Kamus Alkitab Indonesia Abjad T


 


  • TABUT PERJANJIAN TUHAN : ialah peti kayu yang melambangkan kehadiran Allah di tengah - tengah umat-Nya, khususnya di dalam perang ( misalnya 1 Samuel 4). Peti itu juga berisikan kedua loh batu yang ditulisi kesepuluh hukum. Di atas tabut itu terdapat tutup pendamaian ( Keluaran 25:10-22, Ibrani 9:4-5 ). Daud memindahkan tabut itu ke Yerusalem, dan kemudian ditempatkan dalam Bait Allah (2 Samuel 6, 1 Raja - Raja 8).


TABUT, juga disebut tabut TUHAN, tabut Allah, tabut perjanjian TUHAN, dan tabut Kesaksian yang digambarkan dalam Keluaran 25:10-22 dan Keluaran 37:1-9. Tabut  berbentuk peti persegi panjang yang terbuat dari kayu penaga, ukurannya 1,3 meter x 1 meter x 1 meter. Seluruh badan tabut ditutupi dengan emas. Untuk mengangkut tabut digunakan tongkat kayu yang dimasukkan ke dalam lubang gelang pelang pada keempat penjuru atau sudutnya. Tutup tabut digunakan sebagai tutup perdamaian terbuat dari emas, di kedua ujung tutup perdamaian itu terletak satu kerub, wajah kedua kerub itu berhadapan dan sayap masing - masing  terentang. 


Fungsi dan peranan Tabut adalah sebagai berikut: 

1. Tempat menyimpan kedua Loh Hukum, Sepuluh Hukum Taurat atau Dasa Titah (Keluaran 25:16, 21, Keluaran 40:20: Ulangan 10:1-5), buli-buli berisi manna dan tongkat Harun (Ibrani 9:4-5), 

2. Sebagai sarana pertemuan di dalam tempat kudus dimana TUHAN menyatakan kehendak-Nya kepada pelayan-Nya, Musa, (Keluaran 25:22: 30:35, juga kepada pelayanNya Harun (Imamat 16.2), serta pelayanNya Yosua (Yosua 7:6). Jadi tabut melambangkan kehadiran TUHAN yang menuntun umatNya. Tabut dibuat di Sinai oleh Bezaleel menurut pola yang disampaikan kepada Musa (Keluaran 25: 8 dan ayat berikutnya). Di dalam tabut itulah disimpan hukum Taurat yang tertulis (Ulangan 31:9: Yosua 24:26) dan tabut memainkan peranan penting dalam peristiwa penyeberangan Sungai Yordan (Yosua 3 dan Yosua 4), peristiwa jatuhnya tembok Yerikho (Yosua 5-6), dan pada upacara mengingat perjanjian di Gunung Ebal (Yosua 8:30 dan ayat berikutnya). 

Dari Gilgal tabut dipindahkan ke Betel (Hakim - hakim 2.1, Hakim - hakim 20:27), lalu dibawa ke Silo pada zaman Hakim-hakim (1 Samuel 1:3, dan 1 Samuel 3:3), dan di sana terus hingga dirampas oleh orang Filisin di medan pertempuran di Eben-Haezer (1 Samuel 4). Kehadiran tabut di kota kota Filistin menimbulkan wabah di 

kota-kota itu, dan keadaan ini terus berlangsung selama 7 bulan, Karena itu orang Filistin mengembalikan tabut itu ke Kiryat-Yearim, dan di sanalah tabut itu tinggal selama 20 tahun (2 Samuel 5:1-7), namun pernah dipindahkan untuk sementara ke perkemahan Saul dekat Bet-Awen (1 Samuel 14:18). Dalam Terjemahan Baru Indonesia menggunakan kata 'efod', bukan tabut.

Raja Daud menempatkan tabut di sebuah kemah di Yerusalem(2 Samuel 6) dan tidak mau memindahkannya selama anaknya Absalom memberontak kepadanya(2 Samuel 15:24-29).

Raja Salomo dengan upacara kebesarannya menempatkan tabut TUHAN di Bait Suci(1 Raja - raja 8:1 dan ayat berikutnya) dan kembali ditempatkan di tempat kudus sesudah pembaharuan yang dilakukan Yosia(2 Tawarikh 35:3).

Pada masa pembuangan bangsa Israel ke Babel pada tahun 587 sebelum Masehi, tabut tersebut hilang di Yerusalem.


  • TAHUN SABAT : Setiap tahun ketujuh bilamana ladang dan kebun anggur tidak ditanami dan segala utang dihapuskan (Imamat 25:1-7, UIangan 15:1).

Istilah tahun sabat mengacu pada ketentuan yang dibuat mengenai Tanah Perjanjian.

Imamat 25:2 menyatakan apabila bangsa Israel sudah memasuki Tanah Perjanjian, maka Tanah itu harus mendapat perhentian, yang setiap tahun dirayakan sebagai tahun perhentian atau tahun sabat.

Ketentuan yang diberikan adalah: sesudah enam tahun masa penanaman, pemeliharaan serta pemanenan maka Tanah tersebut dibiarkan tidak ditanami selama satu tahun. Tanaman yang tumbuh sendiri di ladang diperuntukkan bagi orang - orang miskin dan sisanya bagi hewan(Keluaran 23:11 dan Ulangan 15:2-18).

TUHAN menjamin kesuburan dan persediaan bagi bangsa Israel.


  • TAKUT KEPADA ALLAH : Golongan orang - orang bukan Israel yang menyembah Allah dan berbakti di dalam rumah ibadat, tetapi yang tidak disunat (misalnya Kisah Para Rasul 10:2 , Kisah Para Rasul 13:43 , Kisah Para Rasul 17:4). 

Takut kepada Allah merupakan ketakutan yang kudus yang diberikan Allah untuk memampukan manusia takut sekaligus menghormati kekuasaan Allah, menaati perintah-penntah-Nya, membenci sambil menjauhkan diri dari semua bentuk kejahatan (Yeremia 32:40,  bandingkan dengan Kejadian 22:12,  Ibrani 5:7). Lagipula takut akan TUHAN itu adalah permulaan hikmat (Mazmur 111: 10), rahasia kelurusan hati (Amsal 8:13), ciri - ciri umat yang disenangi Allah (Mazmur 147:11), dan kewajiban setiap orang (Pengkotbah 12:13). Roh takut kepada TUHAN adalah salah satu sifat yang ditanamkan Allah pada Mesias (Yesaya 11:2-3). 

Dalam Perjanjian Lama, agama sejati sering dianggap sama dengan takut kepada TUHAN (bandingkan dengan surat Yeremia 2:19: Mazmur 34:11), sebagian besar penyebabnya adalah hukuman sesuai tuntutan hukum Taurat. Pada zaman Perjanjian Baru ungkapan 'hidup dalam takut kepada TUHAN ' digunakan berkaitan dengan orang Kristen mula - mula (Kisah Para Rasul 9:31). 

Kisah Para Rasul 10:2

Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Kitab Perjanjian Baru menekankan bahwa Allah mengasihi dan mengampuni, yang melalui Kristus memberikan 'Roh yang menjadikan kamu anak Allah' (Roma 8:15), dan memungkinkan manusia supaya berani menghadapi hidup (2 Timotius 1:6-7) dan maut (Ibrani 2.15) tanpa takut. Kendati demikian takut akan TUHAN tetap ada, sebab kedahsyatan Allah tidak berubah, Hari Penghakiman akan tiba dan harus dihadapi manusia (2 Korintus  5:10 dan ayat berikutnya). Takut akan Allah mendorong orang percaya mencari kesucian (2 Korintus 7:1) dan hal itu tercermin dalam sikapnya terhadap sesamanya (Efesus 5:21). 


  • TALENTA : Ukuran timbangan sebesar 3000 syikal = kurang lebih 34 kilogram. Dalam Perjanjian Baru ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6000 dinar ( Matius 18:24 ,  Matius 25:15-28 ).


  • TANDA : Sesuatu yang mempunyai arti khas atau menandakan karya penyelamatan Allah terhadap Israel. Misalnya hari Sabat atau Sunat sebagai tanda perjanjian Yesus dan kemudian rasul-Nya melakukan perbuatan - perbuatan ajaib yang menandakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Sering disebut bersama dengan mujizat.


Tanda merupakan suatu cara menyampaikan pesan istimewa, misalnya sunat( Kejadian 17:11), tanda matahari dan bulan (Kejadian 1:14), tanda pelangi atau bianglala (Kejadian 9:12).

Tanda juga merupakan jaminan dari nubuat para nabi - nabi, misalnya kematian anak - anak Eli (1 Samuel 2:34), seorang perempuan muda yang mengandung (Yesaya 7:11).

Tanda busur TUHAN di awan menjadi suatu tanda perjanjian antara TUHAN, Kain dan segala makhluk yang ada (Kejadian 9:12)

Tanda pada kulit (Imamat 19:28) tanda yang dilarang dilakukan oleh bangsa Israel karena tanda tersebut merupakan kebiasaan orang - orang kafir.

Tanda ajaib atau yang biasa disebut mujizat merupakan karya TUHAN sebagai bukti kehadiranNya yang aktif di tengah - tengah umatNya.

Tanda tulah - tulah yang menimpa bangsa Mesir disebut tanda ( Keluaran 4:28 , Keluaran 7:3 dan Keluaran 8:23)

Bangsa Israel diberikan suatu kepastian bahwa Allah menyatakan diriNya kembali maka pernyataanNya tersebut akan disertai tanda - tanda dan mujizat - mujizat yang menandakan kedatanganNya (Yoel 2:30)


  • TANDUK : Seringkali dipakai sebagai lambang kekuatan, misalnya pada 1 Samuel 2:1


Tanduk (Dalam bahasa Ibrani: qeren, artinya keras). 

1. Secara harfiah berarti tanduk-tanduk dari domba jantan (Kejadian 22:13, Daniel 8:3), kambing (Daniel 8:5), lembu hutan (Ulangan 33:17: Mazmur 22:22, Mazmur 92:10). Tanduk dipakai sebagai tempat menyimpan minyak untuk upacara pengurapan (raja) (1 Samuel 16:1, 13, 1 Raja - raja 1:39). Tanduk domba jantan (qeren) juga dipakai sebagai alat musik (Yosua 6:5, bandingkan dengan 1 Tawarikh 25:5

2. Bongkolan-bongkolan berbentuk tanduk terdapat pada keempat sudut mezbah di Kemah Suci dan di Bait Allah, contohnya terdapat di Megido. Darah korban sembelihan dibubuhkan dengan jari di atasnya (Keluaran 29:12: Imamat 4:7, 18 dan ayat berikutnya), diperlakukan sebagai tempat perlindungan (bandingkan dengan nasib Adonia dan Yoab, 1 Raja - raja 1:50 dan ayat berikutnya serta surat 1 Raja - raja 2:28 dan ayat berikutnya). 

3. Tanduk adalah lambang dari kekuatan, nampak dalam perbuatan nubuat Zedekia (1 Raja- raja 22:11) dan dalam penglihatan Zakharia (Zakharia 1:18 dan ayat berikutnya). Sering kata itu dipakai secara kiasan dalam tulisan-tulisan puitis. Allah meninggikan tanduk orang yang benar dan menghancurkan tanduk orang fasik (Mazmur 75:11 dan ayat berikutnya), Ia menumbuhkan tanduk Daud (Mazmur 132:17, bandingkan dengan surat pada Yehezkiel 29:21). Ia disebut sebagai 'tanduk keselamatanku' (2 Samuel 22:3: Mazmur 18:3: bandingkan dengan Luk 1:69), tapi hal ini mungkin adalah kiasan didasarkan pada tanduk-tanduk mezbah yang digunakan sebagai tempat pengampunan dosa. 

4. Secara istimewa dalam penglihatan apokaliptik dalam Daniel 7 dan 8 dan Wahyu 13 dan 17, tanduk-tanduk pada makhluk-makhluk di dalam wahyu itu menggambarkan pemerintah-pemerintah individu dari setiap kerajaan dunia. 


  • TAURAT : Dalam bahasa Ibrani kata Torah sebenarnya berarti: pengajaran oleh Allah. Diterapkan pada Kesepuluh Hukum, kemudian pada segala hukum dan peraturan dari TUHAN, khususnya pada kelima kitab Musa atau kitab Taurat.



  • TEBET : lihat BULAN. 



TERAFIM : Patung berhala, khusus dewa keluarga ( Kejadian 31:19 ). Dilarang di Israel ( 1 Samuel 15:23 , Hosea 3:4 ). 


  • TIANG BERHALA : lihat ASYERA. 


  • TIBERIAS : Kota di pantai barat dari danau Galilea atau danau Tiberias. Kota itu dibangun oleh Herodes Antipas, dan dinamai Tiberias untuk menghormati Kaisar Tiberius. 


  • TIBERIUS : lihat KAISAR. 


  • TIRUS : Kota perdagangan penting yang terletak di sebuah pulau di muka pesisir Fenisia, sebelah utara Palestina, sering disebut bersama dengan Sidon. 


  • TOFET : Tempat penyembahan dewa Molokh di lembah Hinom dekat Yerusalem ( 2 Raja - Raja 23:10 dan Yeremia 7:31-32 ). 


  • TONGKAT PENGUKUR : Ukuran panjang sebesar tujuh hasta = 315 cm ( Yehezkiel 40:5 ). 



  • TUA - TUA : 


1. Orang - orang tua - tua Yahudi yaitu pemimpin agama Yahudi. Beberapa di antara mereka itu masuk anggota Mahkamah Agama. 


2. Lihat Penatua


3. Dalam kitab Wahyu disebut ada dua puluh empat orang tua - tua sekeliling tahta Allah di sorga. Mereka itu mewakili umat TUHAN (Wahyu 4:4 , Wahyu10: 5:5 dan seterusnya ). 



  • TUBUH KRISTUS : Sebutan untuk jemaat Yesus Kristus yang merupakan kesatuan. Dalam tubuh Kristus yang satu itu diam satu Roh ( Efesus 1:23 , Efesus 4:4 ). Kristus adalah kepala tubuhNya ( Kolose 1:18 )



  • TUGU BERHALA : Batu tegak yang melambangkan Baal ( bandingkan dengan Bukit Pengorbanan )


  • TUHAN : Salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh ( bandingkan dengan Keluaran 3:14 )


Keluaran 3:14

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."


Huruf kapital pada kalimat AKU ADALAH AKU dan AKULAH AKU menandakan kalimat tersebut teramat Suci  sebagaimana penulisan kata TUHAN di semua surat dalam Alkitab.

Bahasa aslinya dari bahasa Ibrani menggunakan kata Yahweh dengan penulisan empat huruf besar semua yakni YHWH, namun pada abad kedua belas tahun Masehi kata YHWH disisipi huruf mati sehingga muncullah kata Yahweh dan terkadang menggunakan kata Yehowah.


Sebutan Yahweh ditampilkan melalui penyalinan huruf, nama Yahweh ke bahasa Yunani dalam kesusastraan Kristen kuno, dalam bentuk huruf vokal yakni iaoue (Klemen dari Aleksan dria atau iabe (Threodoret: pada waktu itu huruf Yunani b diucapkan seperti mengucapkan abjad v).

Sesungguhnya kata TUHAN atau Yahweh adalah satu - satunya nama Allah. Ketika Abraham maupun Ishak mendirikan mezbah bagi TUHAN, ia memanggil dengan nama Yahweh (Kejadian 12:8 , Kejadian 13:4 dan Kejadian 26:25.


  • TUHAN SEMESTA ALAM : Sebutan Allah Israel yang mengutamakan kekuasaanNya atas langit dan bumi dan atas segala kekuatan duniawi ( Ibrani: Zebaoth berarti: tentara )

TUHAN semesta alam adalah gelar Allah. Nama ini tidak terdapat dalam Kitab kitab Pentateukh, pertama kali muncul dalam 1 Samuel 1:3 sebagai gelar yang dipakai untuk Allah yang disembah di Silo. Nama TUHAN semesta alam dipakai oleh Daud waktu ia menghadapi Goliat, orang Filistin itu (1 Samuel 17:45), dan Daud menggunakannya lagi sebagai puncak keberhasilannya dalam suatu nyanyian kemenangan yang mengalahkan orang Filistin  (Mazmur 24:10). Nama ini biasa dipakai dalam Kitab nabi-nabi (88 kali dalam Yeremia), dan dipakai untuk menunjukkan bahwa TUHAN setiap saat adalah Penyelamat dan Pelindung bagi umat-Nya (Mazmur 46:7, 11). Arti harfiah Zebaoth ialah tentara. Yang dimaksud mula-mula adalah sebagai tentara Israel (bandingkan dengan 1 Samuel 17:45), tapi segera diperluas menjadi seluruh tentara langit, siap sedia untuk melaksanakan perintah Allah, jadi versi Alkitab Terjemahan Baru memakai 'TUHAN semesta alam.

Dalam surat Alkitab hanya tiga kali saja tertulis dalam surat Perjanjian Baru, yakni dalam surat Roma 9:29, Yakobus 5:4 dan surat Wahyu 11:4



https://www.kristenpunya.com/2023/09/kamus-alkitab-abjad-t.html

Belum ada Komentar untuk "Kamus Alkitab Indonesia Abjad T"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel