Kamus Alkitab Indonesia Abjad B





  • BAAL: Artinya tuan, kemudian gelar dewa - dewa penduduk asli tanah Kanaan ditentang para nabi TUHAN dalam Perjanjian Lama. Ciri - ciri khasnya adalah menjamin kesuburan, oleh karena itu Baal sering kali turut disembah orang Israel sendiri.


Dalam bahasa sehari - hari bangsa Ibrani ba'al berarti tuan, pemilik atau suami. Dalam bentuk jamak, misalnya Baal-Peor, Baal-Berit, arti pertama 'tuan' mungkin masih terkandung. Tapi umumnya dalam surat Alkitab Perjanjian Lama penggunaan kata baal adalah nama suatu illah, yaitu Hadad illah badai, illah paling penting yang disembah oleh orang Kanaan. Tidak jelas sampai berapa jauh Baal - baal lokal disamakan atau dibedakan dari Hadad. Baal yang dihadapi Elia di Karmel adalah Melgart, illah dari Tirus (1 Raja - Raja 18). Pemakaian bentuk jamak (be'alim) dalam (1 Raja - Raja 18:18) memberi kesan bahwa lebih dari satu Baal dibeda - bedakan, tapi konsep keilahian milik orang kafir memang kabur. 

Penyembahan kepada Baal mempengaruhi dan sekaligus mempertentangkan penyembahan TUHAN Allah di sepanjang sejarah Israel. Apa yang dikatakan Perjanjian Lama mengenai Baal, bisa kita lengkapi dengan informasi dari Ras Syamra, Istri Baal, Astarte (asyera), disebut anak Dagon: illah-illah alam, yang dalam dongeng dikatakan melawan maut, ketidaksuburan dan air bah, sampai kekalahan dalam peperangan, dalam dongeng tersebut asyera menjadi raja para dewa. 


TUHAN adalah 'Tuan' dan 'Suami' bagi bangsa Israel. Dalam makna itu orang Israel kadang - kadang menyebut Allah dengan istilah 'Baal', tapi sama sekali tidak mengandung maksud yang jelek atau negatif. Namun demikian, penyebutan itu jelas mengacaukan pemujaan kepada TUHAN Allah dengan upacara - upacara Baal. Dengan demikian menjadi penting sekali untuk menyebut Allah dengan sebutan yang lain, bukan Baal, suatu kata yang berarti suami, diusulkan yang tertulis dalam surat Hosea 2:15 dan 16.

Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu,maka nama mereka tidak lagi disebut. 
Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku. Setelah sebutan 'Baal' tidak lagi dipakai bagi TUHAN. Jadi bosyet (“malu”) cenderung menggantikan ba'al dalam nama - nama khusus yang demikian itu. Justru Esybaal dan Meribaal (1 Tawarikh 8:33-34) lebih dikenal sebagai Isyboset (2 Samuel 2:8) dan Mefiboset (2 Samuel 9:6). 

Kata Baal satu dua kali juga dipakai sebagai nama orang dan nama tempat (bandingkan dengan 1 Tawarikh 5:5 dan pasal 4:33). 


  • BABEL : Kerajaan kuno di daerah Tigris dan Efrat yang sering kali mengancam bangsa Israel.


Letak kota Babel berada di tepi sungai Efrat kurang lebih sekitar 80 km di sebelah selatan Bagdad sekarang, ibukota negara Irak yang menjadi ibukota negeri Babel dalam hal politik dan agama, juga menjadi ibukota dari kerajaan dan kebudayaan di wilayah itu. 

Dalam bahasa Ibrani menggunakan  kata Bavel diterjemahkan menjadi kata Babilonia, jamak babilani, yang diartikan sebagai 'pintu gerbang Allah'. Dalam bahasa Persia kuno menggunakan  kata babirus. Nama-nama lain sebagai padanan kata ini dalam naskah-naskah Babilonia adalah tin-rir (ki), "hidup pohon-pohon', mereka artikan sebagai 'tempat kehidupan' atau  'tempat terusan-terusan'. Raja Sesakh dalam surat Yeremia 25:26 dan Yeremia 51:40 biasanya diartikan sebagai teka-teki yang menunjuk ke Babel, ada yang menganggapnya seski, kata yang mungkin jarang dipakai dan sangat tua.
Menurut Kejadian 10:10 Nimrod meletakkan dasar kota ini sebagai ibukota. Tapi tradisi agamawi Babilonia percaya bahwa yang meletakkan dasar itu adalah dewa Marduk. Tak ada catatan lain tentang pendirian dan pembangunan kota itu. 

Berdasarkan sejarah dalam negeri Bagdad, Irak menyatakan bahwa Sargon I dari Agade (kira-kira 2.350 sebelum Masehi) dan penerusnya, Sharkalisharri, mendirikan kuil-kuil bagi dewa-dewa Anunitum dan dewa Amal dan menurut tradisi ada juga kegiatan merenovasi memperbaiki panggung kuil. Kota mereka, Agade, telah dibangun di atas puing-puing kota Babel yang sebelumnya. Pada zaman Shulgi dari Ur (kira-kira 2000 sebelum Masehi) Babel diserang dan kemudian diperintah oleh gubernur-gubernur (patesi) yang diangkat dari Ur. Dengan kedatangan dinasti Amori pertama di Babel di bawah Sumu-abum, tembok-tembok kota diperbaiki. Hammurabi serta para penerusnya memperluas kota Babel, yang berkembang sebagai ibukota daerah mereka sampai akhirnya dikalahkan oleh orang orang Het kira-kira 1.595 sebelum Masehi. Setelah beberapa lama diperintah oleh bangsa Kasit, kota itu memberontak dan diserang pada beberapa peristiwa, teristimewa oleh Tiglat Pileser I dari Asyur kira-kira 1.100 sebelum Masehi. 

Babel berkali-kali berjuang untuk kemerdekaannya, dan suatu kali seorang pemegang pemerintahan dari bangsa Kasdim, Marduk-Apla-Iddina II (722-710, 703-702 sebelum Masehi), mengutus duta-duta untuk meminta pertolongan dari Yudea (2 Raja-raja 20:12-18). Ucapan Yesaya tentang nasib kota Babel (Yesaya 13) mirip dengan cerita Sargon II dari Asyur tentang serangannya terhadap kota tersebut. Dalam usaha untuk meniadakan pemimpin-pemimpin pemberontakan itu, beberapa penduduk kota dipindahkan ke Samaria, dan di sana mereka memasukkan pemujaan kepada dewa-dewa kota dari Babel (2 Raja-raja 17:24-30). Sanherib melantik anaknya menjadi raja Babel tapi ia dibunuh oleh Elam yang pro-Babel.

Sanherib mengharap dapat menghapus semangat kebangsaan Babel dengan meruntuhkan kota Babel pada tahun 689 dan memindahkan tugu-tugunya yang suci. Putranya, Esarhadon, berusaha memperbaiki kota suci tersebut memindahkan penduduk Manasye ke Babel sebagai tawanan (2 Tawarikh 33:11). Esarhadon menjadikan Babel sebagai kota taklukan di bawah seorang atau salah satu dari anak-anaknya, tapi terjadi konflik dengan saudaranya Asyurbanipal dari Asyur. Dalam perang yang kemudian tahun 652-648 sebelum Masehi Babel rusak berat karena api, dan orang-orang Asyur mengangkat seorang pribumi, Kandalanu, menjadi gubernur di kota Babel.


Akhirnya kerajaan ini merebut Yerusalem(586 Sebelum Masehi) dan sebagian penduduknya disingkirkannya ke Babel. Inilah yang dikenal sebagai pembuangan ke Babel yang berlangsung kurang lebih 70 tahun. Dalam kitab Wahyu Babel adalah nama samaran untuk Roma. 


  • BAHASA ROH : Salah satu karunia Roh Kudus yang memuji Allah di dalam doa dengan bahasa yang baru yang biasanya tidak dapat dipahami orang yang memakainya (1Korintus 12 dan 14).

Bahasa - bahasa roh bermacam - macam sifatnya (1 Korintus 12:10). Di Korintus agaknya bahasa roh itu bukan bahasa asing, yang dinamai Paulus dengan kata lain, sebab yang harus ada untuk memahaminya bukanlah kepandaian ilmu bahasa, tapi suatu karunia khusus. Begitu juga bahasa roh itu bukan hanya suara - suara yang tak berarti dan bersifat kesurupan, walaupun nalar budi si pembicara tidak berperan (ayat 13-14) dan ucapan - ucapannya tetap tidak dapat dimengerti bahkan oleh dirinya sendiripun, jika tidak ada yang menafsirkan, sebab kata - kata (ayat 19) dan maknanya (ayat 14-17) tetap diakui, dan bahasa roh yang sudah ditafsirkan sama nilainya dengan nubuat (ayat 5). Suatu bentuk bahasa tertentu diisyaratkan oleh kata Yunani untuk 'menafsirkan' yang di manapun dalam Perjanjian Baru terkecuali Lukas 24:27, selalu berarti menerjemahkan.Bahasa - bahasa roh dipandang sebagai bahasa - bahasa istimewa, yang tidak mempunyai sifat - sifat bahasa biasa, tapi yang diilhamkan oleh Roh Kudus untuk ibadah, sebagai tanda bagi orang - orang yang belum percaya, dan jika sudah ditafsirkan, untuk membangun orang - orang percaya. Orang - orang Korintus menambahkan nilai lebih dan menyalahgunakan glossolalia sedemikian rupa, sehingga Paulus dengan tegas membatasi pemakaiannya di muka umum (ayat 27-28), dan menekankan keunggulan nilai nubuat bagi seluruh gereja (ayat 1, 5). Tak dapat dipastikan apakah penjelmaan glossolalia zaman ini benar - benar menyerupai bentuk - bentuknya dalam Perjanjian Baru. 



  • BAHTERA : Kapal yang dibuat Nuh untuk meluputkan diri, keluarganya dan binatang-binatang dari air bah (Kejadian. 6-8). Bahtera Nuh, dalam bahasa Ibrani menggunakan kata ' teva artinya kotak besar atau peti. Bahtera merupakan tempat penyimpanan yang terapung, ukuran kelilingnya berkisar 150 x 25 x 15 m (bila ukuran 'hasta' ialah 0,5 m): lihat Kejadian 6:15. Batang tubuhnya terbuat dari ' kayu gofir, diikat bersama dan didempul dengan bulu - bulu, lalu seluruhnya ditutupi dengan aspal. Kata - kata dalam Ulangan 6:16 untuk menunjukkan tiga lapisan kayu yang diletakkan secara bersilang, suatu tafsiran yang cocok bagi suatu bahtera yang dibuat dari kayu, bulu - bulu dan aspal. Bahtera itu mempunyai pintu di lambungnya dan sebuah tsohar (6:16), kata ini tidak diketahui artinya, Terjemahan Bahasa sehari - hari Indonesia menafsirkannya sebagai 'atap”, tapi artinya yang lebih mungkin ialah sebuah lubang untuk cahaya yang mengelilingi bahtera itu di bawah atap


  • BAIT ALLAH / BAIT SUCI : Tempat ibadah di Yerusalem yang didirikan oleh raja Salomo dan kemudian dimusnahkan oleh tentara Babel (586 Sebelum Masehi). Setelah Pembuangan didirikan kembali di bawah pimpinan Zertibabel sekitar tahun 515 Sebelum Masehi(bd. Ezra). Bait Suci itu menjadi pusat hidup keagamaan umat Yabudi, juga pada zaman Tuhan Yesus. Orang - orang Kristen pertama masih turut beribadah di situ, tetapi lama kelamaan terjadi perpisahan antara mereka dengan orang - orang Yahudi (bd. Kis.). Bait Suci itu dimusnahkan pada tahun 70 Sesudah Masehi oleh tentara Romawi di bawah jenderal Titus. 


  • BALSAM : Sejenis damar harum yang sangat mahal. Dipakai untuk memelihara kecantikan dan sebagai obat, juga untuk mempersiapkan jenazah orang untuk penguburan. 
(Sinonim kata : tseri, tsori). Hasil dari tanah Gilead. Balsam diekspor ke Mesir (Kejadian 37:25: 43:11) dan ke Tirus (Yehezkiel 27:17). Digunakan untuk khasiat penyembuhan (Yeremia 46:11) dan sering sebagai perias wajah: juga dipakai untuk melambangkan kelepasan dari kesedihan bangsa (Yeremia 8:22: 51:8). 

Balsam adalah sejenis rempah-rempah yang harum. Dikatakan bahwa balsam adalah sama dengan yang dibuat oleh biarawan - biarawan di Yerikho, dari buah zaggum (Balanites aegyptiaca). Ada yang mengatakan, bahwa tsori dalam Kejadian 37:25 adalah mastich, suatu hasil dari Pistacia lentiscus yang di Palestina dipakai untuk menyembuhkan, dan oleh bangsa Arab dipakai untuk mengharumkan kopi, kembang gula dan sebagai permen karet. Penulis - penulis kuno memakai kata 'balsam' untuk yang sekarang diketahui sebagai balsam Mekkah commiphora gileadensis, yang masih dimasukkan atau impor ke negara Mesir dari negara Arab. Ibrani neko' t (Kejadian 37:25, 43:11) mungkin air yang keluar dari tunas tanaman kecil yang berduri, astragalus gummifer, yang tumbuh di lereng - lereng kering di Iran dan Turki, anggota jenis kacang - kacangan.


  • BABTISAN lihat PEMBABTISAN

  • BARBAR : Sebutan orang Yunani terhadap orang-orang bukan Yunani. 

  • BAT : Ukuran isi untuk barang cair sebesar kurang lebih 36 liter (sama besar dengan efa).

Di dalam bahasa Yunani menggunakan kata 'batos' yang hanya ada di dalam surat Lukas 16:6 yang merupakan persamaan kata dengan kata 'efa' untuk takaran barang - barang dalam wujud cairan.( Yehezkiel 45:10 , 14 , 1 Raja - Raja 7:26, Yesaya 5:10, 2 Tawarikh 2:10 )




BATU PENJURU : Ada dua bagian Alkitab yang perlu mendapat pengertian khusus. Yang pertama adalah dalam kitab Mazmur 118:22 : "Batu yang dibuang oleh tukang tukang bangunan telah menjadi batu penjuru". Dalam kerangka aslinya pernyataan dari Alkitab tersebut mengungkapkan kegembiraan pemazmur, bahwa Allah telah meninggikan Dia ke tempat yang tertinggi mengatasi  para musuhnya, Tapi dalam kerangka liturginya pada hari raya Pondok Daun, yang lebih menonjol adalah kelepasan bangsa secara nasional ketimbang kelepasan pribadi. 

Yesus Kristus memakainya untuk diriNya sendiri di Matius 21:42, Markus 12:10, Lukas 20:17.
Petrus memakainya dalam Kisah Para Rasul 4:11 dan 1 Petrus 2:7. Ayat ini juga dipakai untuk menjelaskan penolakan orang Yahudi dan non Yahudi terhadap Kristus dengan segala keagungan-Nya oleh Allah menjadi Kepala Gereja. Ayat ini juga mendasari sebagaimana yang tertulis dalam surat Efesus 2:20, di mana Paulus menggambarkan batu-batu dari Bait Suci yang baru, seperti yang disusun oleh Kristus, sebagai batu penjuru yang mempersatukan di atasnya dua tembok, yang apabila tidak demikian akan jatuh sendiri-sendiri. Dalam ayat lain Kristus digambarkan sebagai alas Gereja, tapi Efesus 2:20 mengubah gambaran ini dan melihat rasul dan nabi sebagai dasar dengan Kristus sebagai puncak dan penggenapan. 

Yang kedua, bagian Alkitab berikutnya (Yesaya 28:16) barangkali menunjuk kepada batu raksasa dari Bait Suci, yang melambangkan kehadiran TUHAN yang tetap di tengah-tengah umat-Nya. Dalam Yesaya 28:16 dasar dan batu penjuru demikian erat hubungannya sehingga artinya dapat dianggap sama. Ayat itu dikutip dan digabungkan dengan Yesaya 8:14, dalam Roma 9:33 dan dalam 1 Petrus 2:6, di mana batu itu ditafsirkan secara mesianis terhadap Kristus sebagai batu sandungan bagi yang tidak percaya, namun sebagai kekuatan yang menyatukan di antara umat Allah yang percaya. 

Di tempat-tempat lain batu itu muncul, Yeremia 51:26, yang secara harfiah menunjuk kepada batu bangunan. Surat Ayub 38:6 menunjuk kepada sub-bangunan dunia yang dijadikan ini, Zakharia 10:4 memakai 'penjuru' secara kiasan untuk 'pemerintah' (baca juga Hakim-hakim 20:2,1 Samuel 14:38) dan diberi tafsiran mesianis dalam Targum, Mazmur 144:12 barangkali menunjuk kepada tiang sudut istana yang dipahat indah. 




  • .BEELZEBUL : Nama Iblis sebagai kepala roh-roh jahat dan setan-setan (bandingkan dengan Baal)
Roh - roh jahat bisa menimbulkan cacat tubuh (Markus 1:23, 7:25), dan demikianlah yang terjadi dalam kebanyakan ayat Perjanjian Baru yang berkaitan dengan roh jahat. Kelihatannya ihwal moral tidak tercakup dalam kasus roh jahat, sebab orang yang kerasukan tidak dikucilkan dari rumah sembahyang. Roh nampaknya disebut jahat jika menimbulkan akibat yang merusak seperti penyakit, tapi penderita sendiri tidak dipandang jahat atau najis. Roh jahat itu harus ditolak dan dikalahkan. Yesus sendiri mengeluarkan roh jahat dari diri penderita (Markus 5:8: Lukas 6:18). Dan Dia pernah mengaruniakan kuasa kepada murid-murid-Nya (Matius 10:1) untuk mengusir roh jahat (Kisah Para Rasul 5:16: 8:7). Roh jahat adalah bagian dari tentara Iblis, musuh Allah dan manusia. Roh jahat jelas terlibat dalam kejahatan moral, demikian halnya dengan roh jahat yang sesudah keluar dari korbannya kembali lagi dengan roh yang lebih jahat dari dia (Matius 12:43-45). Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidaklah mungkin mengadakan pembaharuan moral dengan hanya mengusir roh jahat dari dalam diri korbannya. Roh Allah harus masuk dalam diri orang itu dan berdiam di situ. Kita dapat mencatat bahwa roh bersifat jahat dan bisa menimbulkan kejahatan. Roh jahat yang menyerupai katak dalam Wahyu 16:13, dianggap menimbulkan kejahatan tatkala mengumpulkan kuasa kejahatan untuk perang semesta yang terakhir. 

Ayat di atas menunjukkan bahwa kejahatan bukan kekuatan dari sesuatu yang impersonal. Mereka dikepalai oleh Iblis, dan seperti adanya tingkat tatanan kuasa dalam suatu kerajaan seumpama malaikat, ada juga tingkatan yang sama dalam kerajaan Iblis seumpama roh jahat. Penampakan roh jahat terutama paling mencolok pada zaman Kristus berinkarnasi di dunia ini, tatkala mereka menentang pekerjaan-Nya. Pada hari - hari terakhir roh itu akan muncul lagi. 

Kitab Injil melaporkan bahwa Yesus senantiasa bermusuhan dengan roh jahat. Tidak mudah mengusir roh jahat dari diri manusia. Lawan - lawan Yesus mengakui bahwa Yesus kuasa mengusir roh jahat, dan bahwa kuasaNya itu melebihi kuasa manusia. Tapi mereka mengatakan bahwa Yesus mampu mengusir roh jahat adalah karena Yesus sendiri kerasukan Iblis (Lukas 11: 15).


  • BEKA : Ukuran timbangan sebesar 1/2 syikal = kurang lebih 5,7 gram (Keluaran 38:26).

  • BENAR

1. Lawan kata: dusta, bohong. 

Allah adalah sungguh-sungguh benar dan Yesus Kristus adalah kebenaran (Yohanes 14-46) dan firman Allah ialah kebenaran (Yohanes 17:17). Orang - orang Kristen berasal dari kebenaran itu (1 Yohanes 3:19). 

2. Dalam arti: adil. Yang satu - satunya benar atau adil ialah Allah. Dan Ia membenarkan orang - orang berdosa karena iman, artinya: menempatkan mereka ke dalam hubungan yang sebenarnya dengan diriNya, sehingga dapat disebut: orang - orang benar (orang - orang yang percaya kepada Yesus Kristus). 


  • BUKIT PENGORBANAN : Tempat - tempat tinggi yang didirikan sebagai pusat penyembahan berhala di bawah setiap pohon rimbun(bandingkan dengan Baal). Di sana terdapat mezbah, tugu berhala dan tiang berhala. Bukit - bukit itu ditentang oleh para nabi. 

Persamaan kata dengan bukit pengorbanan adalah tempat tinggi, karena pada zaman Perjanjian Lama tempat pemujaan para dewa umumnya dibangun atau didirikan di puncak - puncak bukit yang tinggi ( 1 Raja - Raja 14:23 ).

Pada zaman raja- raja bukit pengorbanan didirikan di kota - kota dan sekitar pintu masuk gerbang kota seperti yang tertulis dalam surat 2 Raja - Raja 23:8

Namun orang Israel modern atau orang Israel masa kini tidak setuju bahwa nenek moyang mereka menjadikan tempat pengorbanan sebagai tempat pemujaan para dewa, mereka beralasan karena pada zaman dahulu kala belum banyak didirikan tempat khusus untuk peribadatan kepada TUHAN. Karena memang nabi Samuel pada saat itu mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN juga pergi ke suatu bukit yang tinggi juga ( 1 Samuel 9:12 ). Pada zaman yang sama raja Saul dan rombongannya mendekati bukit Allah dan bertemu dengan rombongan para nabi yang turun dari bukit tersebut ( 1 Samuel 10:5 dan 13 ).



BUKIT ZAITUN : Bukit di sebelah timur kota Yerusalem.

Bukit Zaitun adalah rangkaian dari 4 puncak bukit mini. Puncak tertinggi 830 m, yang mana siapapun dapat memandang ke bawah ke Yerusalem dan Bait Allah bagian sudut timur melalui lembah Kidron dan kolam Siloam. Yesus mengenal bukit itu sebagai hutan lebat penuh ditumpuhi pohon zaitun, dan itu sebabnya namanya disebut demikian. Tapi bukit itu telah gundul bersih pada zaman Titus. 

Seluruh kawasan bukit itu aman, maka tak dapat disangsikan bahwa Kristus sering ke sana. Tapi tempat - tempat khusus, yang dicirikan oleh gereja - gereja yang dibangun di lereng - lereng bukit itu, masih dipertanyakan. Seandainya, sesudah baptisan, Yesus menengadah dari tepian Yordan yang berada di bawah permukaan laut, Dia akan melihat puncak Bukit Zaitun di ketinggian kira - kira 1.200 meter di atas, yang menurut tradisi, adalah tempat di mana peristiwa 'kenaikan' terjadi. Memang Palestina adalah negeri mini dengan sosok memanjang. 

Rujukan Alkitab dalam Perjanjian Lama menyatakan bahwa Bukit Zaitun dalam 2 Samuel 15:30, Nehemia 8:16, Yehezkiel 11:23 hanyalah dalam artian geografis. Sedang 1 Raja - Raja 11:7 dan 2 Raja - Raja 23:13 memiliki pengertian bahwa keterlibatan Salomo pada keberhalaan dan pembangunan bukit pengorbanan bagi Kamos dan Molokh. Mungkin karena itulah maka satu dari puncak Zaitun disebut Bukit Penghinaan. Pada masa datang, yakni masa eskatologis, atau ajaran theologi mengenai akhir zaman seperti kiamat misalnya, Kristus akan membelah dua bukit itu saat kaki - Nya berjejak di atasnya (Zakharia 14:4). 

Dekat Gereja Segala Bangsa, di kaki Bukit Zaitun, terdapat beberapa pohon zaitun tua yang mengesankan. Memang tidak dapat dibuktikan, tapi diduga pohon - pohon itu dari zaman Yesus, dan itulah taman Getsemani. Kendati tidak dapat dipastikan, tidak jauh dari situ adalah tempat di mana Yesus saat bergumul dalam doa, mengalami kengerian sehingga peluh-Nya menjadi seperti titik - titik darah yang bertetesan ke tanah. 

Pada pertengahan jalan ke bukit berdiri gereja 'Dominus Flevit'. Tapi kenapa Yesus menangis di sana, dengan mengatakan bahwa Yesus mendekati Yerusalem melalui Betania, menyusuri punggung selatan Bukit Zaitun, dan Dia menangis begitu kota itu nampak pada-Nya, 

Satu gereja yang dibangun sesudah 'kenaikan' di pertapakan kawasan Bukit Zaitun, diberi bermahkotakan puncak bukit dari mana Yesus dianggap terangkat naik ke sorga. Gereja yang dibangun menggantikan gereja itu, demikian juga gereja - gereja pengganti berikutnya, tetap bermahkotakan Puncak bukit yang sama. Dan jejak kaki yang dianggap adalah bekas jejak kaki Yesus, dirawat dengan teliti dalam rangka penggenapan Zakharia 14:4. Tapi Injil Lukas menyukai daerah Betania sebagai tempat kenaikan.


  • BULAN : Penanggalan Ibrani kuno mulai dihitung dari musim rontok. Ada 4 nama bulan disebut dalam Perjanjian Lama: 
Bulan ke-1 Etanim (1 Raja - Raja 8:2) bulan ke-2 Bul (1 Raja - Raja 6:38) bulan ke-7 Abib (Keluaran 13: Ulangan16:1) bulan ke-8 Ziw

Sesudah Pembuangan maka penanggalan Babel diambil alih, yang mulai dihitung dari bulan Maret.

1. Nisan 2. Iyar 3. Siwan 4. Tamus 5. Ab 

6. Elul 7. Tisyri 8. Markhesywan 9. Kislew 10. Tebet 11. Syebat 12. Adar 

Belum ada Komentar untuk "Kamus Alkitab Indonesia Abjad B"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel