Kamus Alkitab Indonesia Abjad D




  • DAGING : Selain dalam arti harfiah kita " daging" ( Yunani: sarx ) juga dipakal untuk menyatakan keadaan manusia sebagai makhluk lemah dan berdosa. Dan keadaan itu menentukan seluruh kehidupannya lahir batin. Sering kali kata Sarx dipertentangkan dengan Roh Allah yang membebaskan manusia dari penaklukannya kepada dosa.

  • DAGON : Dewa utama sembahan bangsa Filistin ( Kuilnya dari Asdod ( 1 Samuel 5) dan Gaza ( Hakim - Hakim 16:23 )

Dalam kitab Perjanjian Lama kata dagon adalah illah utama yang disembah orang Filistin pada zaman Simson di Gaza (Hakim - Hakim 16:21-23), di Asdod (sampai zaman Makabe, 1 Makabe 10:83-85 ,11:4) dan di Bet-Sean pada zaman Saul dan Daud (1 Samuel 5:2-7, 1 Tawarikh 10:10 dan 1 Samuel 31:10). Asal muasal dari nama illah ini hilang dalam sejarah kuno.


  • DAMSYIK : Merupakan ibukota Siria (Yesaya 7:8) yang terletak di sebelah timur pegunungan Ann, Libanon yang berdekatan dengan gunung Hermon (Kidung Agung 7:4). Letaknya di sebelah barat laut dari dataran Guta, kurang lebih 776 meter dari atas permukaan laut dan di sebelah barat padang gurun Siria Arabia. Daerah ini termasyhur karena pepohonan dan kebun-kebun lain, yang diairi oleh sungai Abana yang bening dan sungai Parpar di sekitarnya, yang lebih baik dibandingkan sungai Yordan yang arus airnya lambat dan berlumpur, dan lebih baik dari sungai Efrat (Yesaya 8:5-8). 
Kota itu merupakan pusat komunikasi alami yang menghubungkan jalan kafilah ke tepi pantai Laut Tengah (sekitar 100 km ke sebelah timur) melalui Tirus (Yehezkiel 27:18) ke Mesir, dengan jalan-jalan ke sebelah timur menerobos padang gurun ke Asyur dan Babel, ke sebelah selatan ke Arabia, dan ke sebelah utara ke Alepo. Damsyik mempunyai kedudukan istimewa sebagai pimpinan dari kerajaan Aram pada abad 10-8 sebelum Masehi. Pusat kota Damsyik modern yang sebagian menutupi kota lama, berada di tepi sungai Barada. Salah satu jalannya yang adalah jalan kuno, melintang dari barat laut ke tenggara, bernama Jalan Lurus atau Jalan Panjang seperti dalam Kisah Para Rasul 9:11. Mesjid Besar yang dibangun pada abad 8 Masehi konon meliputi tempat letaknya kuil Rimon (2 Raja - Raja 5:18).

  • DANIEL : Kitab Daniel pasal 1 sampai pasal 6 adalah bagian terbesar, isinya bersifat sejarah, berbicara tentang Daniel sendiri sebagai orang ketiga. Pasal 1 menceritakan tentang Daniel yang dibawa tertawan dari Yehuda ke Babel, disusuli cerita kenaikan kedudukannya dalam pemerintahan. Dalam ke-5 pasal berikutnya Daniel tampil dengan jabatan perdana menteri dan sebagai penafsir mimpi bagi beberapa raja bangsa non-Yahudi. Penglihatan-penglihatan dalam pasal 2, 4 dan 9 diungkapkan kepada raja-raja Babel, yaitu Nebukadnezar dan Belsyazar, dan mengungkapkan nasib raja-raja dan kerajaan-kerajaan non Yahudi. Pada akhir pasal 5 dengan pendek disebut penaklukan Babel oleh raja Darius, orang Media. Hal ini disusuli cerita tentang lanjutan pengaruh Daniel, dan persekongkolan terhadap nyawanya. Bagian sejarah ini berakhir dengan kelepasannya yang bersifat mujizat, beserta catatan pendek bahwa 'ia mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresy, orang Persia (Daniel 6:29). 
Kitab Daniel pasal 1 sampai pasal 6 adalah bagian terbesar, isinya bersifat sejarah, berbicara tentang Daniel sendiri sebagai orang ketiga. Ps 1 menceritakan tentang Daniel yang dibawa tertawan dari Yehuda ke Babel, disusuli cerita kenaikan kedudukannya dalam pemerintahan. Dalam ke-5 pasal berikutnya Daniel tampil dengan jabatan perdana menteri dan sebagai penafsir mimpi bagi beberapa raja bangsa non-Yahudi. Penglihatan-penglihatan dalam pasal 2, 4 dan 9 diungkapkan kepada raja-raja Babel, yaitu Nebukadnezar dan Belsyazar, dan mengungkapkan nasib raja-raja dan kerajaan-kerajaan non Yahudi. Pada akhir pasal 5 dengan pendek disebut penaklukan Babel oleh raja Darius, orang Media. Hal ini disusuli cerita tentang lanjutan pengaruh Daniel, dan persekongkolan terhadap nyawanya. Bagian sejarah ini berakhir dengan kelepasannya yang bersifat mujizat, beserta catatan pendek bahwa 'ia mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresy, orang Persia' (Daniel 6:29). 

Pasal 7 sampai pasa pasal 12 hampir menghilangkan latar belakang sejarah itu dari pandangan tatkala Daniel sendiri, yang sekarang berbicara dalam diri pertama, menerima penglihatan-penglihatan yang menekankan nasib Israel dalam hubungan dengan kerajaan - kerajaan non Yahudi. 


  • DAUD : Raja Israel yang kedua yang mempersatukan seluruh bangsa dan membuat kota Yerusalem menjadi ibukotanya dimana Tabut Perjanjian TUHAN ditempatkan (2 Samuel 5-6) kepada anaknya (bandingkan dengan anak Daud) dijanjikan TUHAN takhta yang kokoh dan kekal (2 Samuel 7)

  • DEKAPOLIS : Nama untuk sepuluh kota di sebelah umur danau Galilea: penduduknya sebagian besar terdiri dari orang - orang yang berbahasa Yunani.

Dekapolis merupakan daerah luas di sebelah selatan Danau Galilea, terutama di sebelah timur sungai Yordan, termasuk Bet Sean di bagian Barat. Kota - kota seperti Gadara dan Filadelfia telah disuduki oleh orang Yunani pada awal tahun 200 sebelum Masehi. Pada tahun 63 sebelum Masehi Hipos, Skitopolis, Pela dibebaskan oleh Pompeius dari kekuasaan orang Yahudi. Ia menggabungkan kota - kota itu ke dalam propinsi d, tapi diberikannya kepada mereka otonomi kota. Kira - kira sekitar tahun 1 Masehi mereka membentuk perserikatan dagang dan pertahanan bersama terhadap suku - suku Sem. Ke-10 kota yang disebut oleh Plinius sebagai anggota mula - mula ialah Skitopolis, Pela, Dion, Gerasa, Filadelfia, Gadara, Rafana, Kanata, Hipos dan Damaskus. Pada abad ke-2 Masehi Ptolemeus memasukkan kota - kota lain di sebelah selatan Damaskus ke dalam daftar 18 kota. Penduduk Dekapolis turut dalam kelompok orang banyak yang mengikuti Kristus sesuai Matius 4:25. Adanya begitu banyak babi di sana mengisyaratkan bahwa bagian terbesar penduduknya adalah non - Yahudi, yang meminta Yesus meninggalkan daerah itu sesudah mereka mengalami kerugian ekonomi akibat mujizat-Nya. Kesaksian dari penderita roh jahat itu tidak mereka perhatikan. Kristus mengunjungi Dekapolis sekali lagi, tatkala Dia secara tak biasa melintasi daerah Hipos waktu berjalan dari Sidon ke tepi pantai timur Galilea (Markus 7:31). Jemaat Yahudi mengundurkan diri ke Pela sebelum perang tahun 70 Masehi.


  • DIAKEN : Pejabat / pelayan dalam Jemaat Purba vang secara khusus melayani para janda dan orang miskin.


Pada zaman Perjanjian Baru istilah diaken mengandung arti penting dalam kegiatan ibadah. Setelah rasul Paulus memberitahukan syarat - syarat menjadi diaken, rasul Paulus kembali mengingatkan akan adanya makna dan manfaat dari kata diaken tersebut dalam menasihati Timotius (1 Timotius 6:6, baca juga 1 Petrus 4:10 dan 11). Berita dalam Kisah Para Rasul 6 tentang jemaat Yerusalem menetapkan orang yang disetujui untuk mengamati administrasi dana biasanya diterima sebagai penetapan resmi bagi jabatan diaken. Hal ini masih diragukan dari sudut bahasa dengan mengesampingkan teori-teori tanpa bukti yang melihat ke-7 orang itu hanyalah sebagai bahan perbandingan Helenis dengan ke-12 murid Yesus, baiklah memperhatikan pedoman sebagai berikut: yang pertama, ke-7 orang itu tak pernah disebut 'diaken'. Kedua, walaupun kata-kata yang hampir sama pengertiannya dengan diaken dipakai, kata-kata itu dikenakan juga baik kepada pelayanan Firman yang dilakukan oleh ke-12 murid (ayat 4), maupun pelayanan pada meja-meja perjamuan (entah untuk perjamuan atau uang) yang dilakukan oleh ke-7 orang itu (ayat 2). Hal menumpangkan tangan terlalu umum dalam Kisah Para Rasul untuk dilihat sebagai patokan khas di sini, dan dari jalan hidup Stefanus dan Filipus jelas, bahwa tugas ke-7 orang itu tidaklah dibatasi untuk pelayanan meja perjamuan. 

Ada 2 ayat yang nampaknya menunjuk kepada peranan atau posisi perempuan sebagai diaken. Pertama, Roma 16:1. Febe melayani jemaat yang di Kengkrea. 

Kedua, 1 Timotius 3:11,  Bapak-bapak gereja dari Gereja Yunani menerjemahkan ayat ini bukanlah menunjuk kepada istri-istri para diaken, melainkan  kepada kaum perempuan itu sendiri yang berperan sebagai diaken meskipun ada orang yang meragukan adanya jabatan seperti ita pada zaman Perjanjian Baru. Tapi orang Kristen kuno sangat teliti dalam melaksanakan tata kesopanan, jadi banyak tugas yang ditangani oleh diaken perempuan dalam tulisan-tulisan yang kemudian seperti mengunjungi kaum ibu di rumah-rumah non-Kristen), juga pada zaman rasul-rasul. Maka pengangkatan diaken perempuan pada waktu itu, boleh dianggap adalah pasti, dan makna Lukas 8:2 dan ayat berikutnya sangat berarti dalam hal ini. Kewajiban-kewajiban mereka mempunyai kesamaan yang tepat dengan kewajiban-kewajiban para diaken laki-laki seperti yang disyaratkan oleh kedua ayat Perjanjian Baru tadi.



  • DINAR : Mata uang Romawi. Satu dinar ialah upah pekerja harian dalam satu hari (Matius 20:2)


  • DIRHAM : (Yunani: drakhma) Mata uang emas dari Persia seberat kurang lebih 8 gram. Juga mata uang perak dari Yunani yang nilainya hampir sama dengan satu dinar. Dua dirham ialah bea untuk bait Allah.


  • DOSA : Tindakan manusia secara perorangan ataupun secara bersama - sama yang menyimpang dari kehendak dan hukum Allah. Tindakan - tindakan itu menimbulkan keadaan berdosa. Orang - orang berdosa tidak dapat menyelamatkan diri dari kuasa dosa. Kepada Israel ditunjuk jalan keluar, yakni mempersembahkan korban, antara lain korban penghapus dosa dan korban penebus salah. Dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus diberitakan sebagai Penebus umat manusia dari segala dosa. 

Ada perbedaan dari segi pengertian yang mengandung beberapa istilah di dalam Alkitab tentang dosa, masing - masing istilah itu yang memantulkan berbagai segi, dan dari situ orang mengenali dosa. Dosa ialah kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak menaati hukum, kelaliman atau ketidakadilan. Dosa ialah kejahatan dalam segala bentuknya. Tapi keterangan tentang dosa janganlah begitu saja dikutip dari istilah - istilah dalam Alkitab. Ciri utama dosa dalam segala seginya ialah tertuju kepada Allah. Daud mengungkapkan hal ini dalam pengakuannya, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa? (Mazmur 51:6), dan Paulus dalam tuduhannya, 'Keinginan daging ialah perseteruan terhadap Allah' (Roma 8:7). Kepastian arah ini harus dipertimbangkan bila hendak mencari pengertian yang dikandung istilah - istilah yang bermacam - macam itu. Setiap pengertian tentang dosa yang tidak dilatari penentangan yang tertuju kepada Allah, adalah merupakan penyimpangan dari arti yang digambarkan Alkitab. 


Pikiran umum bahwa dosa adalah melulu keakuan, menunjukkan pemahaman yang salah tentang kodrat dosa dan bobot kejahatannya. Dari awal datangnya dosa hingga sepanjang perkembangannya, dosa adalah setiap penentangan yang ditujukan kepada Allah, dan patokan inilah yang dapat menerangkan keanekaan bentuk dan kegiatan dosa. Apabila Alkitab berkata bahwa dosa ialah pelanggaran hukum Allah ( 1 Yohanes 3:4), maka kepada pengertian yang sama inilah perhatian kita ditujukan. Hukum Allah ialah gambaran dari kesempurnaan Allah, dalam hukum-Nya, kekudusanNyalah yang terungkap untuk mengatur pikiran dan tindakan, selaras dengan kesempurnaan-Nya. Pelanggaran ialah penentangan atas apa yang dituntut kemuliaan Allah dari kita, yang pada hakikatnya sama dengan menentang Allah sendiri. 


  • DUIT : Mata uang Yunani yang sangat kecil. Nilainya sama dengan dua peser.

Belum ada Komentar untuk "Kamus Alkitab Indonesia Abjad D"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel