Kamus Alkitab Indonesia Abjad I

https://www.kristenpunya.com




  • IBADAT : Di dalam Alkitab pengertian ibadat sangat luas artinya, namun konsep azasinya baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru adalah 'pelayanan”. Kata Ibrani “avoda" dan Yunani "latreia" pada mulanya menyatakan pekerjaan budak atau hamba upahan. Dan dalam rangka mempersembahkan 'ibadat' ini kepada Allah, maka para hamba-Nya harus berlutut sujud menyembah, dalam bahasa Ibrani menggunakan kata ' hisyrathawa' dan dalam bahasa Yunani menggunakan 'proskuneo' dan dengan demikian mengungkapkan rasa takut penuh hormat, kekaguman dan ketakjuban penuh puja puji.

Dalam Perjanjian Lama ada beberapa contoh ibadat pribadi (Kejadian 44:26 dan ayat berikutnya, Keluaran 33:9 dan Keluaran 34:8). Tapi tekanannya adalah pada ibadat dalam jemaat (Mazmur 42:4, 1 Tawarikh 29:20). Dalam kemah pertemuan dan dalam Bait Suci tata upacara ibadat adalah yang utama. Terlepas dari korban-korban harian setiap pagi atau sore, perayaan Paskah dan penghormatan Hari Pendamaian merupakan hal penting dalam kalender tahunan Yahudi. Upacara agamawi berupa pencurahan darah, pembakaran kemenyan, penyampaian berkat dari para imamat, dan lain - lain, cenderung menekankan dari segi upacaranya sehingga mengurangi segi rohaniah ibadahnya, dan bahkan cenderung memperlihatkan pertentangan antara kedua sikap itu (Mazmur 40:6, Mazmur 50:7-15, Mika 6:6-8). Tapi banyak orang di Israel yang dapat mengikuti ibadat umum (Mazmur 93: 95-100) dan doa-doa bersama (Mazmur 60, Mazmur 79 dan Mazmur 80), dan memanfaatkannya untuk mengungkapkan kasih dan syukur mereka kepada Allah (UIangan 11:13) dalam tindakan ibadat rohani batiniah yang sungguh - sungguh.

Ibadat umum yang sudah demikian berkembang yang dilaksanakan dalam kemah pertemuan dan Bait Suci, berbeda sekali dari ibadat pada zaman yang lebih awal ketika para bapak leluhur mereka percaya, bahwa TUHAN dapat disembah di tempat manapun Dia pilih untuk menyatakan diriNya. Tapi bahwa ibadat umum di Bait Suci merupakan realitas rohani, jelas dari fakta bahwa ketika tempat suci itu dibinasakan, dan masyarakat Yahudi terbuang di Babel maka tidaklah bila ada perbedaan dan perubahan tata cara ibadat.


  • IBLIS : Si jahat yang melawan Allah serta rencana keselamatanNya. Juga disebut " yang jahat " ( misalnya Matius 6:13 ). Kata asli dalam bahasa Ibrani dan Yunani berarti : pendakwa ( bandingkan dengan Ayub 1). Ia adalah "pembunuh manusia sejak semula ... di dalam dia tidak ada kebenaran dan ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44), Pada akhir zaman kuasanya akan meningkat ( Wahyu 12), tetapi akhirnya ia akan dikalahkan oleh kuasa firmanman Allah (Wahyu 19:11-20:6), bandingkan juga dengan Setan.

  • IBRANI :

1. SURAT IBRANI

Kalimat-kalimat pembukaan surat Ibrani dalam kitab Perjanjian Baru tidak menyebut tempat atau jati diri pembacanya, Judul tradisionalnya adalah "Surat Kepada Orang Ibrani". Meskipun judul ini tidak tertera dalam naskah aslinya, namun kita tidak dapat mengabaikannya karena mungkin menyimpan tradisi asli. Jika ini benar, maka yang dimaksud pastilah orang-orang Kristen Yahudi, bukan hanya sekedar Yahudi. Tapi teori yang telah memperoleh banyak dukungan di zaman modern yang mengatakan bahwa judul kepala surat Ibrani tersebut berdasarkan isi pokok surat tersebut bahwa surat itu sesungguhnya dikirimkan kepada orang - orang non Yahudi. Dukungan bagi pendapat ini dicari pada kutipan-kutipan yang konsisten, bukan dalam teks Perjanjian Lama, juga bukan pada latar belakang yang diduga Helenistis seperti diandalkan oleh penulis Surat Ibrani. Dengan demikian surat ini mereka anggap menunjukkan sifat mutlak keKristenan kepada orang-orang non-Yahudi, sehingga cocok menggantikan semua kepercayaan lainnya, khususnya kultur-kultur misteri yang masih belum terjawab.



2. IBRANI, ORANG. Dalam terjemahan asli surat Perjanjian  Lama menggunakan kata 'ivri' terbatas pada cerita tentang anak-anak Israel di Mesir (Kejadian 39 sampai pada surat Keluaran 10), peraturan yang bertalian dengan pembebasan budak Ibrani (Keluaran 21: Ulangan 15) bandingkan dengan surat Yeremia 34), catatan tentang pertempuran Israel-Filistin pada masa Samuel dan Saul (1 Samuel 4:13-14, 29), dan Kejadian 14:13, serta;;Yunus 1:9. 

Pertama kali kata 'ivri' muncul adalah sebagai nama suku Abraham dan keturunannya (Kejadian 14:13), yang ditelusuri hingga kepada nenek moyangnya, Eber (Kejadian 10:21). Dengan demikian hunjukan ini mengukuhkan penyataan kepada Abraham terkait dengan perjanjian kepada Sem. Lagu pujian Nuh tentang perjanjian 'bersatu' antara Allah dengan keluarga Sem (Kejadian 9:26) dikumandangkan dalam lagu-lagu pujian Melkisedek (Kejadian 14: 19: 20) yang merayakan berkat perjanjian Allah kepada Abraham, orang Ibrani itu, yakni dari garis silsilah Sem. Bahwa kebaikan Allah dinyatakan kepada Abraham dalam suatu pertentangan yang Abraham hadapi dalam persekutuan militer dengan 'anak-anak Kanaan, melawan kekuatan orang Elam 'anak Sem' (perhatikan surat Kejadian 10:15 dan ayat berikutnya, dan Kejadian 22), menunjukkan bahwa pemilihan perjanjian dengan Sem yang dinyatakan oleh Nuh, diwujudkan secara lebih khusus lagi melalui orang Eber (Ibrani) keturunan Sem (bandingkan dengan kitab Kejadian 11:10-26). 

Arti luas dari 'ivri' dalam Kejadian 14:13 mungkin juga tersirat dalam Kejadian 39 sampai pada Keluaran 10 (khususnya Kejadian 40:15, Kejadian 43:32, Keluaran 2:11). Namun demikian pemakaiannya di situ mungkin tidak seragam, karena nampaknya ada persamaan orang Ibrani dan orang Israel dalam misalnya Keluaran 5:1-3, meskipun dalam membicarakan 'Allah orang Ibrani' Musa mungkin menunjuk kepada bangsanya sebagai orang Ibrani di atas segala orang Ibrani lainnya, mengingat penerapan yang lebih luas dari 'ivri di atas, maka pemunculan orang-orang 'ivrim non-Israel atau bahkan non  Abraham, bukanlah mengejutkan dalam sastra non-Alkitab pada zaman Musa dan Bapak leluhur. Istilah Ibrani biasanya dipandang sebagai panggilan yang menunjukkan golongan sosial atau golongan kerja, walaupun ada yang mengartikannya sebagai suku bangsa.



  • IBU SURI : Ibu raja Israel, janda ayahnya, mempunyai kewibawaan yang besar (misalnya 1 Raja - Raja 15:13, 2 Raja - Raja 11:1 dan seterusnya,  Yeremia 13:18).


  • IKABOD : ( bahasa Ibrani: ikhavod yang memiliki arti: dimanakah kemuliaan itu? Sebagaimana yang dikatakan dalam surat 1 Samuel 4 bahwa nama Ikabod diberikan oleh istri Pinehas kepada bayinya setelah mendengar kabar bahwa tabut TUHAN telah dirampas oleh Filistin.


  • IKONIUM : Sebuah kota yang berada di Asia Kecil yang disebut di dalam surat Kisah Para Rasul 13:51, Kisah Para Rasul 14:1,19 dan ayat 21 serta 2 Timotius 3:11 sebagai tempat peristiwa kesengsaraan rasul Paulus, dan dalam Kisah Para Rasul 16:2 sebagai tempat di mana Timotius diangkat menjadi teman seperjalanan Paulus. Kota ini berdiri di pinggir dataran tinggi, daerahnya diairi dengan baik, hasilnya banyak dan makmur. Mulanya daerah itu masuk Frigia dan bernama Kawania, agama masyarakatnya Frigiani sampai masa Romawi, yakni menyembah satu ibu-dewi dan imam-imamnya orang kasim atau orang yang sudah dikebiri.

Setelah beberapa tahun menjadi kota terpenting di daerah Likaonia, dan melewati beraneka ragam pergolakan politik, akhirnya Ikonium dimasukkan ke dalam kerajaan Galatia, dan tidak lama kemudian ke dalam propinsi Romawi Galatia. Kemasyhuran dan nama baik kota itu meningkat pada waktu pemerintahan Romawi: Kaisar Klaudius menghargainya dengan sebutan 'Klaudikonium', dan pada pemerintahan Hadrian Ikonium menjadi koloni dalam arti penghargaan (sebab tidak ada orang Italia tinggal di sana). Pada masa Perjanjian Baru tata pemerintahannya seperti pemerintahan suatu kota Yunani, yakni kekuasaan hukum yang berada pada suatu majelis dilimpahkan kepada dua hakim yang setiap tahun dipilih.

Surat dalam Kisah Para Rasul 14 sekalipunpun pendek namun memberikan kemungkinan tafsiran yang berbeda-beda. Yang disebut Naskah Barat dari Kisah Para Rasul mencatat dua serangan terhadap Paulus, pertama secara terbuka, kedua agak halus, sesudah itu rasul melarikan diri. Dua golongan pemimpin Yahudi disebut "orang-orang penting dari sinagoge' dan 'orang-orang yang memerintah', suatu perbedaan yang secara epigrafis dapat dipertahankan.

Kodeks Vatikanus dan sekutunya mempunyai suatu naskah yang lebih sulit, karena hanya mencatat satu serangan yang lama serta yang berkelanjutan. Di sini yang disebut 'pemimpin-pemimpin' dalam ayat 5 bisa sama dengan 'hakim-hakim' dari kota Ikonium.


  • IMAM : Suatu jabatan dalam umat Israel yang penting peranannya. Tugasnya: mempersembahkan korban, mengadakan doa syafaat dan memberi berkat.


  • IMAM AGUNG atau IMAM BESAR : Harun dan keturunannya, dan kemudian Zadok (1 Raja - Raja 2) memegang jabatan utama dalam kebaktian korban di Israel. Dalam Perjanjian Baru Imam Agung adalah imam Yahudi yang paling tinggi kedudukannya. Ia mengetuai Mahkamah Agama untuk masa jabatan satu tahun. Sekali setahun ia memasuki tempat maha kudus dari Bait Allah untuk mempersembahkan korban pendamaian untuk dosa seluruh umat. Kristus adalah imam Besar yang ”satu kali untuk selama-lamanya mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk umat-Nya” (Ibrani 7:27). 


  • IMAM - IMAM KEPALA : Para anggota beberapa keluarga tertentu yang merupakan golongan terutama dalam Mahkamah Agama. Dari antara mereka dapat ditunjuk Imam Agung. 


  • IMAM BERHALA : (Ibrani chemarim). Istilah ini muncul dalam 2 Raja - Raja 23:5, Hosea 10:5 dan Zefanya 1:4. Beberapa ahli etimologi telah mengusulkan suatu perbandingan antara chemarim dengan kata Akad kamaru, 'merobohkan”, yang menunjuk kepada imam-imam yang bersujud. Usul lain, dengan menunjuk kepada akar kata Siria, menduga bahwa kata itu diturunkan dari jubah imam yang dikira hitam, atau dari air muka pertapa yang menyedihkan. Yang pasti ialah, Perjanjian Lama memakai kata itu dalam arti merendahkan, tapi kata itu dalam bahasa Aram berbentuk kata netral bagi imam (kumra'). Sungguh, dalam Yesaya 60:6 kata itu dikenakan kepada imam-imam di Yerusalem yang telah dibangun kembali. Hal ini memberikan suatu kesan bahwa agama palsu yang dianut para imam itu berasal dari Siria.

  • IMAMAT, KITAB : Kitab ketiga dari kitab Taurat yang disebut oleh orang Yahudi sebagai wayyigra' (“dan ia memanggil”), ini menjadi perkataan pertama dari kitab itu dalam surat Perjanjian Lama berbahasa Ibrani. Dalam Misynah, kitab itu disebut dengan berbagai nama, yaitu hukum imam-imam (torat koharim), buku imam-imam (sefer koharim), hukum (torat haggorbanim): nama-nama ini menunjuk kepada isi kitab itu. Dalam Alkitab bahasa Latin, yaitu Vulgata, Imamat diberi judul Leviticus, yang sama artinya dengan '(kitab) keimaman'. Dalam beberapa naskah Latin bertulis tangan dengan nama yang dipakai adalah Leviticum, dan dalam Pesyito disebut 'Kitab para imam', Dalam bahasa Indonesia lebih memilih menggunakan nama Imamat.


  • INANG PENGASUH : Dapat disamakan dengan inang penyusu yang adalah terjemahan dari kata Ibrani 'meneget', yang diterapkan kepada Debora (Kejadian 24:59), ibu Musa (Keluaran 2-7), dan ibu penyusu Yoas (2 Raja-raja 11:2, 2 Tawarikh 22:11). Menyusui biasanya berlangsung selama 2 tahun di Timur Tengah. Pengasuh sering tinggal dengan keluarga anak asuh, sebagai pembantu yang dipercayai, sama halnya dengan Debora Kejadian 35:8). Kata yang sama digunakan dalam arti kiasan mengenai ratu-ratu yang akan memelihara umat Allah pada zaman yang akan datang yang gilang gemilang (Yesaya 49:23). Paulus membandingkan pengasuhannya atas orang-orang percaya dengan inang pengasuh (Yunani frofos) yang mengasuh anak - anaknya sendiri (1 Tesalonika 2:7). 

Kata yang lebih lazim 'omenet' (Ibrani) diterjemahkan 'pengasuh" dalam Rut 4:16 mengenai Naomi. Bentuk pria, 'ome dipakai secara kiasan mengenai pemeliharaan Musa terhadap orang Israel (Bilangan 11:12) dan raja-raja yg akan melayani umat Allah (Yesaya 49:23). Baca juga surat Kisah Para Rasul 13:18. 



  • INJIL : Kata Yunani euaggelion berarti: kabar gembira, berita baik. Kedatangan Yesus Kristus dan mulainya pemerintahan Allah di dunia ini merupakan inti Injil yang harus diberitakan ke mana - mana (bandingkan dengan Matius 24:14). Kemudian tulisan - tulisan rasul - rasul yang membukukan kesaksian tentang diri Yesus Kristus disebut juga: kitab - kitab Injil. 


  • IRA 
1. Seorang Yair, digambarkan sebagai 'imam pada Daud' (2 Samuel 20:26), gambaran yang sulit dimengerti karena dia tidak termasuk kaum Lewi.(baca juga 2 Samuel 8:18, 1 Tawarikh 18:17). 

2. Seorang Yetri, salah seorang pahlawan Daud (2 Samuel 23:38). 

3. Seorang pahlawan Daud. anak dari Ikesy, orang Tekoa (2 Samuel 23:26). 




  • ISAI : Ayah Daud "Akar Isai” (bandingkan dengan Yesaya 11:1, 10) adalah gelar untuk Mesias, artinya: "taruk dari akar Isai (atau: Daud)”, yaitu keturunan Daud yang akan memerintah untuk selama - lamanya (bandingkan dengan 2 Samuel 7 , Roma 15:2).

Belum ada Komentar untuk "Kamus Alkitab Indonesia Abjad I"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel