Kamus Alkitab Indonesia Abjad L

https://www.kristenpunya.com



  • LAUT ASIN : Yaitu Laut Mati. Juga disebut Laut Araba atau Laut Timur. 

Istilah-istilah Perjanjian Lama : Laut Mati (Kejadian 14:3), Laut Timur (Yehezkiel 47:18), Laut Araba (UIangan 4:49), sastra Yunani: Asfaltites, kemudian 'Laut Mati', istilah bahasa Arab menyebutnya dengan "Laut Lot”. 


Dasar paling rendah dari daerah jurang besar ialah di tanah belanga Laut Mati. Kedalaman air danau ini ialah rata - rata 427 meter dari bawah permukaan laut, dan dasar paling rendah dari dasar danau ini ialah 433 meter lagi ke bawah. Panjang danau kira - kira 72 km dan lebarnya dari jurang - jurang terjal Moab ke pegunungan Yehuda berkisar antara 10-14 km. Di sebelah barat ada pantai yang sempit sekali, yang dibatasi oleh daerah yang bertangga - tangga, sisa dari pantai zaman dulu. Kecuali satu dua mata air (contohnya Ain Fesykha dan En-Gedi, bandingkan dengan Kidung Agung 1:14), pantai Yudea ini sangat kering dan tanpa tumbuhan - tumbuhan. Ada 4 sungai kecil yang bermuara di danau ini di sebelah timur, yaitu: sungai Moyin (Arnon), sungai Zerka Main, sungai Kerak dan sungai Zered. 


Tingkat penguapannya sangat tinggi (suhu pada waktu musim panas mencapai 110 derajat Celcius), sehingga masuknya air sungai - sungai tadi dan sungai Yordan ke danau ini hanyalah merupakan penambah supaya garis permukaan danau itu tetap. Curah hujan per tahun kira - kira 50 mm. Tumbuh - tumbuhan yang lebat ada di sekitar muara sungai tadi atau di tempat - tempat yang ada air tawar. Dari oase - oase, yaitu tempat adanya air tawar, sekitar delta sungai Kerak dan Zered, jelas sekali betapa suburnya tanah belanga ini ( baca Kejadian 13:10 ), seperti nampak kepada nabi Yehezkiel dalam penglihatannya akan sungai air tawar, yang mengalir dari Yerusalem untuk membuat air Laut Asin menjadi tawar (Yehezkial 47:8-12). 


Sampai pertengahan abad 19 danau ini bisa dijalani (karena dangkalnya) dengan jalan kaki dari Lisan ('lidah”), yaitu jazirah yang mencuat dari sisi Kerak, sampai sejauh kira - kira 3 km mendekati tepi pantai seberang. Bekas - bekas jalan bangsa Roma masih ada. Di sebelah selatan Lisan, danau itu sangat dangkal, dan akhirnya berubah menjadi rawa-rawa asin (Zefanya 2:9) yang disebut Sebkha. 

Endapan - endapan kimia yang sudah keras (garam, potas, maknesium, khlorida kapur dan bromida, 2596 dari air danau), yang memberi kepada Laut Mati daya apung dan meracuni ikan, sangat mungkin adalah akibat terbakarnya daerah itu selama gempa bumi, yang menimbulkan hujan belerang dan api yang memusnahkan Sodom dan Gomora. Istri Lot, yang berhenti berjalan dan melihat ke belakang, dibinasakan oleh garam yang jatuh menimpanya, tapi keluarganya bergegas lari terus (Kejadian 19:15-28). Bukti arkeologi mengisyaratkan, bahwa daerah pemukiman menetap ini terputus beberapa abad sejak awal milenium 2 sebelum Masehi. Suatu bukit garam (Jebel Usdum, bukit Sodom) di sebelah sudut barat daya terkeruk, sehingga mempunyai bentuk - bentuk yang unik - unik, termasuk tiang - tiang batu, yang ditunjuk sebagai 'Istri Lot' oleh orang Arab setempat. Rawa - rawanya menjadi sumber garam (Yehezkiel 47:11) dan orang Nabatea memanfaatkan aspal, yang terapung di permukaan air. Selama zaman Perjanjian Lama danau ini merupakan pembatas antara kaum Yehuda dan kaum Moab bersama Edom (bandingkan 2 Tawarikh 20:1-30), walaupun perahu - perahu dagang kecil memanfaatkannya seperti pada zaman Roma.


  • LEWI : Orang - orang Lewi (anggota suku Lewi) mempunyai tugas khusus dalam menyelenggarakan ibadah di Bait Suci. 
Lewi merupakan anak ketiga dari Yakub dan Lea (Kejadian 29:34). Nama itu (Lewi) di sini dihubungkan dengan akar kata levy atau levi (menggabung/mengambil bagian/ menyatukan). Ada banyak cerita tentang kehidupan keturunan Lewi yang dapat kita ketahui, selain peristiwa-peristiwa yang dialaminya bersama semua anak Yakub. Satu cerita mengenai pribadi Lewi, anak Yakub adalah di saat penyerangannya yang curang terhadap Sikhem dalam kerjasama dengan Simeon (Kejadian 34:25, 26). Harus dicatat bahwa pengertian dasar dari Kejadian 34:13, 27 adalah bahwa kedua bersaudara itu bertindak atas kesepakatan semua saudaranya secara diam - diam. Keduanya terlibat secara khusus karena Dina adalah adik kandung mereka. Kedua orang muda itu dapat melakukan pembantaian tersebut dengan bantuan hamba-hamba dari ayah mereka, hampir secara umum diterima bahwa Kejadian 49:5-7 menunjuk kepada peristiwa ini. Mereka dikutuk karena kekejaman dan kebengisan hidup, dalam hal ini Sikhem hanyalah contoh awal yang terkenal. Di kemudian hari, kesetiaan keturunan Lewi kepada TUHAN Allah dapat mengubah kutuk menjadi berkat, dan memiliki keturunan yang banyak di Israel, menjadikan mereka wakil - wakilNya dalam kegiatan ibadah di negara Israel sampai sekarang. Meskipun demikian nampaknya kutuk itu telah menimpa Lewi dengan secara amat berat. Angka sensus dalam Bilangan 3:22, 28, 34 menunjukkan bahwa jumlah laki-laki suku Lewi yang berumur satu bulan ke atas, terlalu sedikit dibandingkan jumlah seluruh laki - laki yang berumur 20 tahun ke atas menurut Bilangan 1. Bagaimana hal ini dapat terjadi, tidak ada petunjuk yang diberikan. Lewi hanya mempunyai 3 anak laki - laki, yaitu Gerson, Kehat dan Merari. Semuanya dilahirkan sebelum ia bersama Yakub dan Yusuf tinggal di Mesir. 

Penelitian modern yang bersifat kritis, telah mempertanyakan catatan alkitabiah tentang asal usul suku Lewi dengan berbagai cara, tapi sebagian besar dari teori mereka itu tidak dapat diterima lagi. Perlu disebut teori Lagarde yang mengatakan bahwa orang-orang Lewi adalah orang-orang Mesir yang 'menggabungkan diri kepada orang Israel pada peristiwa keluaran, dan dugaan Baudissin bahwa mereka adalah orang - orang yang 'digabungkan, yakni untuk mengawal tabut, dengan perkataan lain menjadi pelayan - pelayan imamat. Yang lebih penting ialah usaha Hommel untuk menghubungkan kata Lewi dengan kata lawi'a yg berarti 'imam', dalam prasasti Minea di Arab Utara. Kenyataan-kenyataan dan suatu pembahasan yang bermanfaat akan ditemui dalam karya G.B Gray yg berjudul Sacrifice in the Old Testament, halaman 242-245. Ia mengatakan bahwa orang-orang Media mungkin telah meminjam istilah itu dari Israel. Sebenarnya sekelompok besar ahli sependapat bahwa Kejadian 49:5-7 adalah bukti positif bahwa Lewi harus dilihat dari asal usulnya sebagai suatu suku biasa saja. 

Tentang Lewi anak Alfeus, seorang dari kedua belas murid (Markus 2:13). Nama itu juga dipakai dua kali dalam silsilah TUHAN Yesus (Lukas 3:24, 29).


  • LEWIATAN : Semacam naga atau buaya purbakala yang melambangkan ancaman dan kuasa laut (bandingkan dengan Rahab).
Kata Lewiatan  berasal dari sebuah kata dalam bahasa arab yaitu ' lawa ' yang artinya  memutar balikkan dan membengkokkan. Arti harfiahnya adalah ' membengkokkan diri '. Konteks pemakaiannya dalam Perjanjian Lama menunjuk pada beberapa bentuk binatang raksasa yang hidup di laut yang paling dalam. Dalam Mazmur 104:26 merujuk bahwa tempatnya di laut dan pada umumnya digambarkan sebagai ikan paus. Dalam Yesaya 27:1, Lewiatan dipakai dua kali secara kiasan, menunjuk pada kerajaan Asyur (ular yang meliuk - liuk adalah sungai Tigris yang mengalir dengan lancar) dan Babel  ' ular yang melingkar ' adalah sungai Efrat. Dalam Mazmur 74:14 Lewiatan dipakai sebagai petunjuk terhadap Firaun. Yehezkiel 29:3-5 secara kiasan menunjuk kepada Firaun dan orang - orang Mesir, yang mempunyai gambaran tentang ukuran dan rahang - rahangnya menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah buaya.

Dalam Ayub Lewiatan disebut dua kali. Dalam Ayub 3:8 umumnya diartikan sebagai naga, yang menurut dongeng - dongeng kuno diduga menjadi penyebab gerhana karena ekornya melilit matahari. Gambaran yang panjang lebar terdapat dalam Ayub 41:1-30, dan kebanyakan ahli sepakat bahwa binatang yang dimaksud adalah buaya. Beberapa ahli menolak pandangan ini dengan alasan bahwa buaya tidak akan dilukiskan sebagai yang tak dapat didekati, dan bahwa tak ada petunjuk lain dalam Perjanjian Lama tentang buaya di Palestina. Tapi rupanya penulis masih mengingat akan buaya di sungai Nil dan penggambaran sebagai makhluk yang tak terkalahkan itu adalah retorik. Satu-satunya penafsiran lain tentang Lewiatan ialah sebagai suatu raksasa dalam mitos, barangkali disamakan dengan naga dalam mitos Babel yang disebut Tiamat, Perkataan itu sama asalnya dengan perkataan lotan (bahas Ugarit = orang Amori), binatang raksasa berkepala tujuh yang digambarkan sebagai 'ular yang sedang meluncur, ular yang melingkar - lingkar, dipukul oleh Baal, adalah mengingatkan pada sebutan dalam Yesaya 27:1. 


  • LOG : Ukuran isi sebesar 1/72 bat « kurang lebih 1/2 liter. 


TIMBANGAN DAN TAKARAN Dalam Kitab Perjanjian Lama


Ukuran panjang 



1 jari = 1,85 cm


4 jari = 1 tapak tangan = 7,40 cm

3 tapak tangan = 1 jengkal 


2 jengkal = hasta =44,5 cm



(1 hasta imperium Romawi (Yehezkiel) = 51,81 cm

 6 hasta = 1 tongkat pengukur = 2,67 meter

1 tongkat pengukur ( Yehezkiel ) = 3,10 meter


(1 tongkat pengukur (Yeh)) 


Takaran bahan cair dan bahan kering 


1 log = 0,3 liter


4 log = 1 kab 1 omer ('itstsaron) = 1,2 liter


2,5 kab = 1hin = 3,6 liter (takaran bahan cair)


2 hin = 2 sea = 7,3 liter


3 sea = 1 efa (bat) = 22 liter


5 efa = 1,5 omer = 110 liter


2,5 omer  = 1 omer , (takaran bahan kering dan cair) = 220 liter



Ukuran Berat 



1 gera = 0,5 gram


10 gera = 1 beka = 5,0 gram


1.33 beka = 1 pim = 70 gram


1.5 pim = 1 syikal = 10 gram


50 syikal = 1 mina = 500 gram


60 mina = 1 talenta = 30 kg

Belum ada Komentar untuk "Kamus Alkitab Indonesia Abjad L"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel