Membahas Tuntas Dan Lengkap Mengenai Kitab Mazmur
I. Pentingnya Kitab Mazmur
Kiitab Mazmur mencerminkan idealisme keagamaan yang saleh dan persekutuan dengan Allah, penyesalan karena dosa dan pencarian akan kesempurnaan, berjalan dalam kegelapan, tanpa ketakutan, oleh terang iman.
Kitab Mazmur berbicara tentang ketaatan kepada hukum Taurat Allah, gairah berbakti kepada Allah, persekutuan dengan sesama pengikut Allah, penghormatan terhadap Firman Allah.
Kitab Mazmur juga mengajarkan umat TUHAN tentang kerendahan hati di bawah cambuk yang mengajar, kepercayaan yang teguh kendati kejahatan merajalela dan berjaya dan ketenangan di tengah - tengah kekacauan.
Para penyair Ibrani diilhami untuk menerima pengetahuan - pengetahuan rohani dan pengalaman - pengalaman keagamaan di atas, dan menjadikannya tema nyanyian - nyanyian mereka.
Tapi harus diingat bahwa Mazmur adalah syair, dan syair dimaksudkan untuk dinyanyikan, bukan risalah doktrin, juga bukan khotbah' (C.S Lewis, Reflecliong on the Psalms, 1958, halaman 2).
Karena itulah judul Mazmur dalam bahasa Ibrani ialah tehillim, yang artinya 'nyanyian - nyanyian pujian” dan mazmur - mazmur itu juga mengungkapkan agama Israel, yakni agama yang menjadi warisan para pemazmur itu, bukan hanya pengalaman - pengalaman agamaan mereka secara pribadi.
Justru Kitab Mazmur milik semua 'orang beriman', baik Yahudi maupun non Yahudi.
II. Pembentukan Kitab Mazmur.
Kitab Mazmur biasa dianggap sebagai 'Kitab Nyanyian Bait Suci Kedua', memang demikianlah adanya.
Tapi kendati judulnya demikian, tidaklah berarti bahwa semua Mazmur ditulis pada kurun waktu pembuangan atau pasca pembuangan.
Penting dicatat bahwa jenis kesusastraan ini bukan melulu milik Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama.
Namun juga lazim pada karya sastra dari kurun waktu yang berbeda - beda dalam sejarah Ibrani.
Kesusastraan seperti ini adalah biasa di antara masyarakat Ibrani pada zaman Keluaran (Keluaran 15), dan contoh lain berasal dari zaman setelahnya hingga pada zaman Yosua dan Hakim - Hakim (Hakim - Hakim 5) dan Mazmur Hana (1 Samuel 2:1-10)
Sastra kenabian zaman sebelum masa pembuangan juga memuat contoh komposisi Mazmur ( bandingkan dengan Hosea 6:1-3, Yesaya 2:2-4, Yesaya 38:10-20, Yeremia 14:7-9, Habakuk 3:1 ).
Dan dari zaman pasca pembuangan ada di Kitab Ezra 9:5-15 dan Nehemia 9:6-39 yang mirip dengan banyak Mazmur.
Jelas kiranya bahwa Kitab Mazmur bukanlah jenis kesusastraan yang terpisah.
Jenis syair yang sama juga lazim di antara masyarakat Babel dan warga negara Ugarit seperti yang dibuktikan oleh loh - loh Ras Syamra.
Kitab Mazmur Perjanjian Lama adalah kumpulan syair kesusastraan Ibrani, yang juga lazim pada kebudayaan - kebudayaan lain, yang sudah dikenal sejak zaman masa keluar dari tanah Mesir hingga zaman pasca - pembuangan atau pada zaman Bait Suci kedua.
Dan jika mazmur - mazmur yang tidak kanonik diperhitungkan, jelas bahwa bentuk kesusastraan ini bertahan di antara orang Yahudi hingga waktu permulaan zaman Kristen.
Penulis Kitab Mazmur
Ada sekitar 73 mazmur berasal dari raja Daud.
Penulis - penulis lainnya yang disebut dalam judul Mazmur terkait antara lain :
Asaf (Mazmur 50, Mazmur 73 hingga Mazmur 83), bani Korah (Mazmur 42 hingga Mazmur 49, Mazmur 84, Mazmur 85, Mazmur 87), Salomo ( Mazmur 72, Mazmur 127), Mazmur Heman di Kitab Mazmur 88), Etan (Mazmur 89), keduanya orang Ezrahi, dan Musa (90), masing - masing menulis satu mazmur.
Tentang Daud menulis banyak mazmur sering diperdebatkan, dengan alasan utama bahwa Daud per mazmur tidak cocok dengan Daud prajurit yang diuraikan dalam kitab Samuel dan kitab Raja - Raja.
Ada juga ahli yang berkata bahwa judul ledawid (dari Daud) tidak mengacu kepada penulisnya, melainkan hanya mencatat mazmur - mazmur yang dapat dipakai dalam upacara kebesaran bagi 'raja Daud' (yaitu raja).
Daud adalah ahli musik (1 Samuel 16) dan penyair (2 Samuel 1:17 dan ayat berikutnya, 2 Samuel 3:33-34).
Usaha beberapa ahli menyangkal bahwa Daud adalah penulis 2 Samuel 22: dan 2 Samuel 23:1-7, dan menghilangkan kata - kata seperti Daud dari Amos 6:5 (tradisi mengenai Daud dan musik serta nyanyiannya disebut 300 tahun setelah kematian raja Daud), sama sekali tidak berhasil. Kitab Perjanjian Baru juga tidak hanya menerima Daud sebagai penulis, tapi bahkan memakai kepenulisannya sebagai dasar bagi kesimpulan( baca Matius 22:42 dan ayat berikutnya ).
Kidung Bait Suci kedua ini berisi bahan yang sangat tua.
Hal ini tidaklah terlalu mengejutkan.
Sebab loh - loh Ras Syamra menunjukkan bahwa ketika Israel menduduki Kanaan, jenis syair seperti yang tertera dalam Mazmur telah dikenal lama dan menjadi tradisi di antara penduduk Ugarit.
Nyanyian Musa dalam Keluaran 15 dan Nyanyian Debora dalam kitab Hakim-Hakim 5) bukanlah contoh tersendiri atau tidak dikenal ada sebelumnya dalam persajakan Semit. Kepenulisan Musa dan Salomo yang ditunjukkan dalam judul tiga mazmur, memberi kesan bahwa agama kuno yang berkaitan dengan kemah suci dan Bait Suci pertama tentulah menuntut adanya musik kudus.
Agama pada zaman Amos ( Amos 5:21-23) dan Yesaya (Yesaya 30:29), masa pembuangan (Mazmur 137), pada kurun waktu setelah Israel kembali dari pembuangan, dan pembangunan Bait Suci yang kedua, tentu juga menuntut nyanyian - nyanyian khidmat.
Bersamaan dengan merosotnya teori Graf-Wellhausen mengenai sejarah Perjanjian Lama, dan kini makin diakui bahwa Kitab Mazmur berisi komposisi - komposisi yang amat kuno.
Pengutamaan' raja dalam Mazmur meyakinkan orang bahwa banyak mazmur ditulis pada zaman kerajaan, dari zaman Daud hingga masa awal pembuangan.
Kitab Mazmur yang kini kita kenal terdiri dari 5 kitab.
Pembagian ini bermula pada LXX atau Septuaginta, tiap bagian mudah dikenal, karena satu pujian menutup tiap bagian. Pujian itu singkat, kecuali pujian penutup kitab kelima, di situ satu mazmur selengkapnya dipakai sebagai pujian penutup. Kelima bagian Kitab Mazmur itu adalah: Kitab pertama Mazmur 1-41, Kitab kedua Mazmur 42-72, Kitab ketiga Mazmur 73-89, Kitab keempat Mazmur 90-106, Kitab kelima Mazmur 107-150.
LXX atau Septuaginta adalah terjemahan tertua dan terlengkap Alkitab Ibrani yang ada dalam Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani Koine yang dikerjakan dan diselesaikan di Aleksandria, Mesir sekitar abad ke - 3.
Kitab pertama sebagian besar terdiri dari mazmur yang dihubungkan dengan Daud.
Sementara itu, kitab Mazmur 42-83 mencakup komposisi - komposisi yang sebagian besar berasal dari tiga penulis, yakni bani Korah, Daud, dan Asaf.
Lalu, Mazmur 90-150 berisi mazmur yang hampir semuanya anonim. Mungkin banyak di antaranya dimaksudkan untuk dipakai di Bait Suci.
Ada juga sekumpulan mazmur singkat (Mazmur 120 - 134) yang sering disebut Nyanyian Ziarah.
Kumpulan mazmur ini hampir dapat dipastikan adalah mazmur - maznur asli yang berdiri sendiri - sendiri, dan mungkin pengumpulan itu memberi kunci bagi pengertian akan tingkatan - tingkatan menuju kepada pembentukan Kitab Mazmur seperti yang diwariskan kepada kita.
Berdasarkan anjuran Gray yang dikemukakan dalam bukunya Critical Introduction to the Old Testament, tahun 1913, dan ahli - ahli lain, dapat diandaikan bahwa mazmur - mazmur yang dihubungkan dengan Daud adalah kesatuan yang pertama, tapi barangkali ke-72 mazmur tulisan Daud itu semula terdiri dari dua pengumpulan, seperti dalam keadaannya kini terbagi dalam dua kelompok inti, yakni 3-41 dan 51-72.
Diduga bahwa dua himpunan berikutnya adalah dua kelompok mazmur yang dihubungkan dengan Asaf (50, 73-83) dan bani Korah (42-49).
Dua kumpulan lainnya telah diterima sebagai dalil, yang pertama terdiri dari kelompok kedua dari mazmur Daud, Korah dan Asaf (42-83), dan yang kedua berisi Mazmur 84-89.
Kedua kumpulan ini mempunyai satu kesamaan, memakai kata Ibrani Elohim bagi Allah. "Nyanyian-nyanyian Ziarah" barangkali membentuk inti kumpulan yang berisi 150 mazmur.
Pada akhirnya mazmur yang 150 itu seperti pendapat Robertson Smith, telah dikelompokkan menjadi tiga himpunan: 1-41, 42-89, 90-15.
Kemudian disusun kembali sesuai pembagiannya terkini, yakni 5 bagian mengikuti pola pembagian Taurat.
Judul - Judul Dalam Kitab Mazmur
Judul kitab itu dalam bahasa Ibrani adalah tehillim, "Nyanyian - nyanyian Pujian”, atau 'Puji-pujian..
Judul kitab itu dalam bahasa Inggris Psalter berasal dari LXX A Psalterion, sedang Judul The Psalms berasal dari LXX B Psalmoi atau dari Vulgata Liber Psalmorum.
Sebagai tambahan kepada judul yang diberikan kepada kitab itu, kebanyakan mazmur perseorangan mempunyai judul tersendiri.
Hal ini cenderung memimbulkan masalah bagi pembaca yang tidak tahu bahasa Ibrani, maka catatan - catatan berikut mungkin berfaedah.
Mengikuti Mowinckel, Professor E.A Leslie dalam Pembimbingannya seputar kitab Mazmur, The Abingdon Bible Commenztary, 1929, halaman 509 dan halaman berikutnya, membagi judul - judul Mazmur dalam empat golongan.
1. Judul - judul berupa acuan teknis bagi mazmur - mazmur, mizmor, nyanyian, biasanya disebut "Mazmur" .
Hal ini memberi kesan bahwa mazmur - mazmur ini dinyanyikan dengan dibarengi musik, syair, nyanyian, yakni nyanyian keagamaan yang dinyanyikan dalam kebaktian (misalnya Mazmur 46).
Syair hamma 'alot, nyanyian kenaikan, nyanyian musafir yang dinyanyikan oleh orang - orang yang berbakti saat mereka berpawai di belakang tabut TUHAN untuk merayakan suatu hari raya (Mazmur 120 - Mazmur 134). Kata miktam, istilah teknis yang arti akarnya tidak diketahui, dalam terjemahan LXX menyarankan gagasan mengenai pemahatan pada loh - loh, tapi pengertian 'penebusan' terkesan karena semua mazmur miktam adalah ratapan (Mazmur 16, Mazmur 56, Mazmur 57, Mazmur 58, Mazmur 59, dan Mazmur 60).
Maskil, syair yang memberi pelajaran, yaitu suatu komposisi yang mengemukakan pengetahuan - pengetahuan Ilahi, yang mengandung nasihat agar manusia menjadi bijaksana, memiliki pengertian dan perilaku cerdas.
Mazmur - mazmur maskil ditulis oleh beberapa orang , antara lain :
- Daud ( Mazmur 32, Mazmur 52, Mazmur 53, Mazmur 54, Mazmur 55, dan Mazmur 142 )
- Anak - anak Korah ( Mazmur 42, Mazmur 44, dan Mazmur 45 )
- Asaf ( Mazmur 74 dan Mazmur 78 )
- Heman ( Mazmur 88 )
- Etan ( Mazmur 89 )
2. Beberapa judul memperjelas tujuan mazmur - mazmur itu: "toda" yang artinya 'ucapan - ucapan syukur', memberi kesan bahwa mazmur tersebut mengungkapkan pujian dalam liturgi di Bait Suci (misalnya Mazmur 100 ), le 'annot berasal dari satu akar kata yang berarti 'dideritakan”, dan mazmur yang diberi judul demikian adalah ungkapan penyesalan dari mereka yang merendahkan diri dengan berbagai perbuatan dosa.
Kata hazkir dalam terjemahan asli dalam beberapa pasal dalam kitab Mazmur memiliki arti 'memperingati”.
Hazkir merupakan mazmur ibadat perseorangan karena dosa - dosanya, atau mazmur ibadat di mana imam mengingat dosa - dosa orang yang beribadat (Mazmur 38 dan Mazmur 70).
Yedutun, harus dihubungkan dengan gagasan tentang pengakuan dosa seperti yang tertulis dalam mazmur - mazmur yedutun ( Mazmur 39, Mazmur 62, dan Mazmur 77) tentulah ungkapan - ungkapan pengakuan dan penyesalan.
Kata lammed yang artinya ' mengajar', menunjukkan bahwa mazmur seperti ini memberikan ajaran agama ( Mazmur 60 ).