google-site-verification: google66f3bf1731cda62b.html Tujuan Kitab Amsal Dan Pentingnya Hikmat Dalam Kehidupan | RENUNGAN KRISTEN PUNYA Tujuan Kitab Amsal Dan Pentingnya Hikmat Dalam Kehidupan - RENUNGAN KRISTEN PUNYA

Tujuan Kitab Amsal Dan Pentingnya Hikmat Dalam Kehidupan

 

ARTI DAN TUJUAN KITAB AMSAL


Kitab Amsal adalah kitab yang mengandung berbagai kata bijak atau kata bijaksana yang menjadi salah satu bagian dari Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab, Kitab Suci agama Kristen.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata amsal memiliki arti : misal, umpama, atau perumpamaan.
Kitab Amsal adalah himpunan dari kumpulan - kumpulan amsal yang sangat diperlukan dalam perjalanan hidup manusia.
Dalam bahasa Ibrani kata Amsal sering menggunakan kata 'misyle', sehingga Amsal Salomo dalam bahasa Ibrani memakai kata 'misyle Syelomoh' atau Amsal Salomo.

Kitab Amsal merupakan kitab panduan untuk hidup yang lebih baik.
Sehingga dapat dikatakan tujuan kitab Amsal adalah untuk menuntun manusia untuk hidup lebih baik.
Kitab Amsal adalah kitab perumpamaan, nasehat dan motivasi hidup yang menjunjung tinggi nilai - nilai kebenaran, keadilan dan kejujuran serta peringatan terhadap berbagai perilaku yang salah atau yang jahat.

Amsal 1:1-7

Amsal - amsal Salomo bin Daud, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda -- baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan -- untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Kutipan kitab Amsal di atas merupakan tujuan kitab Amsal ditulis dalam Alkitab.
Judul perikop Amsal pasal 1:1-7 di atas adalah Tujuan Amsal Ini.
Bila mengacu pada Amsal 1 ayat 2 sampai ayat 7 maka tujuan kitab Amsal adalah :

1. Untuk mengetahui hikmat dan didikan.
2. Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai.
3. Untuk menerima kebenaran, keadilan dan kejujuran.
4. Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tidak berpengalaman.
5. Untuk memberikan pengetahuan dan kebijaksanaan kepada orang muda.
6. Untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka - teki orang bijak.
7. Untuk membuat manusia takut akan TUHAN.

Setelah mengemukakan pernyataan penulis akan maksud dan tujuan Amsal (Amsal 1:1-7), penulis memberi pesan kepada anak atau anak didiknya mengenai nilai dan tabiat hikmat.


GARIS BESAR ISI KITAB AMSAL


1. Pentingnya Hikmat Di Dalam Kehidupan


Amsal 1:1-2,7

Amsal - amsal Salomo bin Daud, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata - kata yang bermakna.

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 


Amsal 2:10

Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu.


Amsal 3:19

Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkanNya langit.


Amsal 4:6-7,11

Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. 


Amsal 8:1,11

Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya? Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 


Amsal 9:10

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. 


Amsal 10:23

Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai. 


Amsal 11:2

Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati. 


Amsal 13:10   

Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat. 


Amsal 14:6, 8, 33 

Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia - sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh. 

Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya. 

Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal. 


Amsal 15:33   

Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. 


Amsal 16:16  

Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. 


Amsal 17:16, 24 

Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat, sedang ia tidak berakal budi? 

Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi. 


Amsal 18:4 

Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir. 


Amsal 21:30  

Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN. 


Amsal 23:23 

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian. 


Amsal 24:3, 7, 14 

Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 

Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang. 

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. 


Amsal 29:3, 15 

Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta. 

Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. 


Amsal 30:3 

Juga tidak kupelajari hikmat, sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus. 


Amsal 31:26 

Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. 



Berlawanan dengan cara yang dipakai pada Amsal 10:1 dan ayat selanjutnya, tiap gagasan dibicarakan agak panjang dalam sebuah syair yang bersifat mendidik.
Tujuan kitab Amsal 1 sampai Amsal 9 ini adalah untuk menunjukkan segamblang mungkin pertentangan antara hasil - hasil dari mencari hikmat dengan menghidupi suatu kehidupan yang bodoh.
Ada godaan tertentu yang terbayang dalam gagasan penulis seperti kejahatan - kejahatan berupa perkosaan (Amsal 1:8-19 dan Amsal 4:14-19), mengikat diri dengan janji yang terburu - buru (Amsal 6:1-5), berupa kemalasan (Amsal 6:6-11),dalam hal bermuka dua (Amsal 6:12-15), dan khususnya kemesuman (Amsal 2:16-19, Amsal 5:3-20, Amsal 6:23-25, Amsal 7:4-27, dan Amsal 9:13-18).

Kepada orang yang menjauhi perangkap - perangkap atau jerat, hikmat menawarkan kebahagiaan, hidup panjang, kemewahan dan kehormatan (Amsal 3:13-18).
Sifat religius yang dalam dari bagian ini, misalnya dalam Amsal 1:7 dan Amsal 3:5-12), nada moralnya yang peka, dan gayanya yang mengingatkan dan mengajar, ada kesejajarannya dalam kitab Ulangan.
Agaknya penulis Amsal 1 sampai Amsal 9 ini tidak diketahui namanya, karena dalam Amsal 1:1-6 nampaknya menunjuk kepada seluruh kitab Amsal.
Sementara itu dalam Amsal 10:1 memperkenalkan suatu rampaian amsal - amsal dengan acuan milik raja Salomo.
Bagian ini biasanya dipandang berasal dari kumpulan paling terakhir.
Sekalipun penyusunannya yang final secara relatif mungkin kira - kira sekitar tahun 600 Sebelum Masehi, namun banyak dari bahan - bahannya mungkin berasal dari waktu sebelum tahun 600 SM.
W.F Albright memperhatikan jumlah kesejajaran dalam gagasan dan susunan antara bagian ini, khususnya Amsal pasal 8 dan Amsal pasal 9 dengan kepustakaan Ugarit atau Fenisia (buku pustaka Wisdom in Israel, halaman 7-9).
Ia juga menganjurkan bahwa sangat mungkin beberapa pepatah dan bahkan bagian bagian yang lebih panjang berasal dari Zaman Perunggu, itupun bentuknya yang sekarang ini” (halaman 5). 


2. Amsal - amsal Salomo (Amsal 10.1 - Amsal 22:06)

Bagian inilah yang tertua dari Kitab Amsal, di antara para ahli ada kecenderungan yang semakin meningkat untuk menerima ketelitian tradisi yang tercermin pada 1 Raja - raja 4.29-34, Amsal 1:1, Amsal 10:1, Amsal 25:1 yang menghormati Salomo sebagai para excellence(orang bijak yang paling utama).
Hubungannya dengan istana Mesir, jaringan dan jangkauan pemerintahan yang luas sekali. Penggabungan kemakmuran dan terhentinya perang memberi kesempatan kepadanya untuk memperhatikan usaha - usaha di bidang kebudayaan hingga pada tertentu, yang tak dapat dicapai oleh para penggantinya.

Ada sekitar 375 amsal muncul dalam kumpulan ini. Susunannya sebagian besar antitetis pasal 10-15 dan sintetis atau sinonimis pada Amsal 6-22.
Bagian terbesar dari amsal - amsal itu tidak menghubungkan satu dengan yang lain, tiada nampak sistem pengelompokan.
Sekalipun nada keagamaan diperdengar(baca Amsal 15:3, 8-9, Amsal 11, Amsal 16:1-9 dan lain sebagainya).
Namun bagian terbesar amsal itu tidak menunjuk secara khusus kepada iman bangsa Israel melainkan didasarkan atas pengamatan - pengamatan dari praktek hidup sehari - hari. Sifat praktis yang luar biasa dalam instruksi yang menekankan keuntungan - keuntungan hikmat itu, telah menimbulkan kritik dari mereka yang berpendapat bahwa agama murni seharusnya tidak nemperhatikan hasilnya baik atau buruk.
Tapi bagaimanakah seorang yang bijak yang praktikal yang kepadanya Allah belum menyatakan rahasia hidup setelah mati, dapat memperjelas persoalannya tanpa menunjuk kepada berkat - berkat orang bijak dan perangkap - perangkap orang bodoh.

3. Kata - kata orang bijak (Amsal 22:17 - Amsal 24:22)

Pepatah - pepatah ini lebih erat dihubungkan dengan tema - tema tertentu ketimbang dengan pepatah - pepatah yang terdapat di bagian yang mendahuluinya.
Pokok - pokok yang dibicarakan bermacam - macam, seperti pandangan tentang orang miskin (Amsal 22:22, 27), penghargaan kepada raja (Amsal 23:1-3, Amsal 24:21-22), disiplin bagi anak - anak (Amsal 23:13-14), penguasaan diri (Amsal 23:19-21, 29-35), penghormatan kepada orangtua (Amsal 23:22-25), kemurnian (Amsal 23:26-28), percaya pada TUHAN(Amsal 22:19, 23, Amsal 24:18, 21).

4. Ucapan - ucapan tambahan orang bijak (Amsal 24:23-34)

Rampaian kecil ini menampakkan ketidakteraturan yang sama seperti rampaian yang disebut di atas.
Ada amsal - amsal singkat dan pepatah - pepatah panjang. Unsur keagamaan tidaklah menonyol, tapi ada kesadaran yang kuat mengenai tanggung jawab sosial. Rampaian ini agaknya bukan berasal dari Salomo, tapi merupakan bagian yang berasal dari para orang bijak Israel, yang telah menciptakan atau mengumpulkan serta memperbaiki suatu berkas yang luas dari ucapan - ucapan hikmat (bandingkan dengan Pengkhotbah 12:9-11).


5. Amsal - amsal tambahan dari Salomo (Amsal 25:1 sampai Amsal 27)

Menurut isinya bagian ini tidak berbeda dari Amsal 10:1 sampai Amsal 22:16 (misalnya Amsal 25:24 persis sama dengan Amsal 21:9, 26:13 persis sama dengan Amsal 22:13, Amsal 26:15 persis sama dengan Amsal 19:24, dan lain - lain).
Tapi amsal - amsal di sini kurang seragam dalam panjangnya, kesejajaran antitetis, yang umum dalam bagian yang lebih dahulu, kurang umum, sekalipun Amsal 28 dan Amsal 29 berisi sejumlah teladan berbuat baik yang jarang terdapat di Amsal 10:1 dan ayat berikutnya sering muncul (misalnya dalam Amsal 25:3, 11-14, ayat 18-20, dan lain - lain).

Pernyataan Amsal 25:1 telah mempengaruhi pandangan Talmud, bahwa Hizkia dan temannya dianggap penulis Kitab Amsal.
Peranan orang - orang Hizkia dalam menyusun kitab itu tidak jelas, tapi tidak ada alasan untuk mempersoalkan ketelitian pada Amsal 25:1, bertalian dengan ucapan - ucapan pada Amsal 25 sampai Amsal 29.
Perhatian Hizkia kepada kepustakaan Israel dibuktikan oleh 2 Tawarikh 29:25-30, di mana ia membangun kembali tata kebaktian yang telah diadakan Daud, termasuk menyanyikan mazmur - mazmur Daud dan Asaf.
Ahli teologi A. Bentzen menyarankan bahwa amsal - amsal ini dilestarikan secara lisan hingga zaman Hizkia, ketika amsal - amsal itu ditulis (Introduction to the Old Testament, 2, halaman 173).
Sementara itu, S. R Driver (An Introduction to the Literature of the Old Testament, halaman 401) mendaftarkan sejumlah amsal yang mencerminkan suatu kegelisahan terhadap kerajaan (Amsal 28:2,12,15-16, dan ayat 28, Amsal 29:2, 4, 16).
Dalam pemilihan amsal - amsal ini apakah terdapat pencerminan pergolakan abad 8 Sebelum Masehi.


6. Kata - Kata Agur (Amsal 30:1-33)

Baik tempat Masa maupun identitas Agur bin Yake tidaklah dikenal.

Ayat - ayat pertama itu sukar ditafsirkan, tapi kelihatannya bernada agnostis (orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya TUHAN) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui).
Agnostisisme ini dijawab (ayat 5 dan ayat 6) dengan sebuah pernyataan tentang firman Allah yang tak dapat diubah. Pada banyak Amsal dalam kelompok ini bilangan empat mengambil tempat utama.
Ada 5(lima) ayat yang menggunakan  bilangan 4( empat) adalah :
4 hal yang tak pernah berkata cukup(Amsal 30:15).
4 hal tidak dimengerti manusia(Amsal 30:18).
4 hal yang membuat bumi gemetar dan tidak dapat bertahan(Amsal 30:21).
Ada 4 binatang yang terkecil di bumi tetapi yang sangat cekatan(Amsal 30:24).
Dan 4 hal yang gagah langkahnya atau jalannya(Amsal 30:29).




7. Kata -  Kata Lemuel (Amsal 31:1-9)


Raja Masa ini tidak dikenal, nasihat ibunya mengandung peringatan - peringatan terhadap hal - hal yang melampaui batas seksual, kemabukan dan anjuran untuk menghakimi dengan jujur serta berperilaku terhadap orang miskin.



8. Pujian Untuk Istri Yang Cakap (Amsal 31:10-31)


Syair yang dibentuk dalam rangkaian huruf yang mengawali atau mengakhiri setiap baris yang indah ini tidak mempunyai judul perikop.

Tapi begitu berbeda dengan yang bagian yang mendahuluinya, sehingga harus ditinjau secara tersendiri. Bentuknya yang formal memberi kesan harus dipandang sebagai bagian akhir dari Kitab Amsal.

Gambaran tentang seorang wanita yang rajin, saleh, dan bijak menyajikan kesimpulan yang cocok dengan kitab Amsal yang membahas perilaku hidup sehari - hari rekaman dengan TUHAN. 



Hubungan Kitab Amsal Dengan Perjanjian Baru


Kitab Amsal telah mengukir materainya dalam kitab Perjanjian Baru melalui beberapa kutipan (misal : 3:7 dengan Roma 12:16, Amsal 3:11-12 dengan Ibrani 12:56, Amsal 3:34 dengan Yakobus 4:6 dan 1 Petrus 5:5b, Amsal 4:26 dengan Ibrani 12:13, Amsal 10:12 dengan Yakobus 5:20 dan 1 Petrus 4:8, Amsal 25:21-22 dengan Roma 12:20, Amsal 26:11 dengan 2 Petrus 2:22) dan kiasan (misalnya Amsal 2:4 dengan Kolose 2:3, Amsal 3:1-4 dengan Lukas 2:52, Amsal 12:7 dengan Matius 7:24-27).
Seperti halnya Kristus telah menggenapi hukum Taurat dan nabi - nabi (Matius 5:17) demikianlah Ia telah menggenapi tulisan - tulisan hikmat dengan menyatakan kesempurnaan hikmat Allah (Matius 12:42, 1 Korintus 1:24, 30, Kolose 2:3).
Jika Amsal adalah tafsiran yang diperluas atas hukum kasih, kitab ini membantu melancarkan jalan bagi Dia, yang di dalamNya kasih yang sebenarnya menjadi manusia.




DAFTAR JUDUL PERIKOP KITAB AMSAL


Amsal 1: 

- Tujuan Amsal Ini

- Nasihat Hikmat



Amsal 2 : Faedah Dari Pada Menuntut Hikmat



Amsal 3 : 

- Berkat Dari Hikmat

- Anjuran Untuk Berbuat Baik



Amsal 4 : Nasihat Untuk Mencari Hikmat



Amsal 5 : Nasihat Mengenai Perzinahan



Amsal 6 : 

- Berbagai - Bagai Nasihat

- Nasihat Tentang Perzinahan



Amsal 7 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 8 : Wejangan Hikmat



Amsal 9 : Undangan Hikmat Dan Undangan Kebodohan



Amsal 10 : Kumpulan Amsal - Amsal Salomo



Amsal 11 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 12 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 13 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 14 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 15 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 16 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 17 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 18 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 19 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 20 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 21 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 22 : Amsal - Amsal Orang Bijak



Amsal 23 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 24 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 25 : Amsal - Amsal Salomo Yang Dikumpulkan Pegawai - Pegawai Hizkia



Amsal 26 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 27 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 28 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 29 : Tanpa Judul Perikop



Amsal 30 : Perkataan  - Perkataan Agur bin Yake



Amsal 31 : Amsal - Amsal Lemuel Dari Ibunya




Iklan Atas Artikel

Iklan Persegi

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel