Kitab Mazmur mencerminkan idealisme keagamaan yang saleh dan persekutuan dengan Allah, penyesalan karena dosa dan pencarian akan kesempurnaan, berjalan dalam kegelapan, tanpa ketakutan, oleh terang iman.
Kitab Mazmur berbicara tentang ketaatan kepada hukum Taurat Allah, gairah berbakti kepada Allah, persekutuan dengan sesama pengikut Allah, penghormatan terhadap Firman Allah.
Kitab Mazmur juga mengajarkan umat TUHAN tentang kerendahan hati di bawah cambuk yang mengajar, kepercayaan yang teguh kendati kejahatan merajalela dan berjaya dan ketenangan di tengah - tengah kekacauan.
Para penyair Ibrani diilhami untuk menerima pengetahuan - pengetahuan rohani dan pengalaman - pengalaman keagamaan di atas, dan menjadikannya tema nyanyian - nyanyian mereka.
Tapi perlu diingat bahwa Mazmur adalah syair, dan syair dimaksudkan untuk dinyanyikan, bukan risalah doktrin, juga bukan khotbah' (C.S Lewis, Reflecliong on the Psalms, 1958, halaman 2).
Karena itulah judul Mazmur dalam bahasa Ibrani ialah tehillim, yang artinya 'nyanyian - nyanyian pujian” dan mazmur - mazmur itu juga mengungkapkan agama Israel, yakni agama yang menjadi warisan para pemazmur itu, bukan hanya pengalaman - pengalaman agamaan mereka secara pribadi. Justru kitab Mazmur milik semua 'orang beriman', baik Yahudi maupun non Yahudi.
Kitab Mazmur biasa dianggap sebagai 'Kitab Nyanyian Bait Suci Kedua', memang demikianlah adanya.
Tapi kendati judulnya demikian, tidaklah berarti bahwa semua Mazmur ditulis pada kurun waktu pembuangan atau pasca pembuangan.
Penting dicatat bahwa jenis kesusastraan ini bukan melulu milik Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama.
Namun juga lazim pada karya sastra dari kurun waktu yang berbeda - beda dalam sejarah Ibrani.
Kesusastraan seperti ini adalah biasa di antara masyarakat Ibrani pada zaman Keluaran (Keluaran 15), dan contoh lain berasal dari zaman setelahnya hingga pada zaman Yosua dan Hakim - Hakim (Hakim - Hakim 5) dan Mazmur Hana (1 Samuel 2:1-10)
Sastra kenabian zaman sebelum masa pembuangan juga memuat contoh komposisi Mazmur ( bandingkan dengan Hosea 6:1-3, Yesaya 2:2-4, Yesaya 38:10-20, Yeremia 14:7-9, Habakuk 3:1 ).
Dan dari zaman pasca pembuangan ada di Kitab Ezra 9:5-15 dan Nehemia 9:6-39 yang mirip dengan banyak Mazmur.
Jelas kiranya bahwa Kitab Mazmur bukanlah jenis kesusastraan yang terpisah.
Jenis syair yang sama juga lazim di antara masyarakat Babel dan warga negara Ugarit seperti yang dibuktikan oleh loh - loh Ras Syamra.
Kitab Mazmur Perjanjian Lama adalah kumpulan syair kesusastraan Ibrani, yang juga lazim pada kebudayaan - kebudayaan lain, yang sudah dikenal sejak zaman masa keluar dari tanah Mesir hingga zaman pasca - pembuangan atau pada zaman Bait Suci kedua.
Dan jika mazmur - mazmur yang tidak kanonik diperhitungkan, jelas bahwa bentuk kesusastraan ini bertahan di antara orang Yahudi hingga waktu permulaan zaman Kristen.
II. PENULIS KITAB MAZMUR
Ada sekitar 73 mazmur berasal dari raja Daud.
Penulis - penulis lainnya yang disebut dalam judul Mazmur terkait antara lain :
Asaf (Mazmur 50, Mazmur 73 hingga Mazmur 83), bani Korah (Mazmur 42 hingga Mazmur 49, Mazmur 84, Mazmur 85, Mazmur 87), Salomo ( Mazmur 72, Mazmur 127), Mazmur Heman di Kitab Mazmur 88), Etan (Mazmur 89), keduanya orang Ezrahi, dan Musa (90), masing - masing menulis satu mazmur.
Tentang Daud menulis banyak mazmur sering diperdebatkan, dengan alasan utama bahwa mazmur Daud tidak cocok dengan Daud yang merupakan seorang prajurit yang ditulis dalam
kitab Samuel dan
kitab Raja - Raja
Ada juga ahli yang berkata bahwa judul ledawid (dari Daud) tidak mengacu kepada penulisnya, melainkan hanya mencatat mazmur - mazmur yang dapat dipakai dalam upacara kebesaran bagi 'raja Daud' (yaitu raja).
Daud adalah ahli musik (1 Samuel 16) dan penyair (2 Samuel 1:17 dan ayat berikutnya, 2 Samuel 3:33-34).
Usaha beberapa ahli menyangkal bahwa Daud adalah penulis 2 Samuel 22: dan 2 Samuel 23:1-7, dan menghilangkan kata - kata seperti Daud dari Amos 6:5 (tradisi mengenai Daud dan musik serta nyanyiannya disebut 300 tahun setelah kematian raja Daud), sama sekali tidak berhasil.
Kitab Perjanjian Baru juga tidak hanya menerima Daud sebagai penulis, tapi bahkan memakai kepenulisannya sebagai dasar bagi kesimpulan( baca Matius 22:42 dan ayat berikutnya ). Kidung Bait Suci kedua ini berisi bahan yang sangat tua.
Hal ini tidaklah terlalu mengejutkan.
Sebab loh - loh Ras Syamra menunjukkan bahwa ketika Israel menduduki Kanaan, jenis syair seperti yang tertera dalam Mazmur telah dikenal lama dan menjadi tradisi di antara penduduk Ugarit.
Nyanyian Musa dalam Keluaran 15 dan Nyanyian Debora dalam kitab Hakim-Hakim 5) bukanlah contoh tersendiri atau tidak dikenal ada sebelumnya dalam persajakan Semit. Kepenulisan Musa dan Salomo yang ditunjukkan dalam judul tiga mazmur, memberi kesan bahwa agama kuno yang berkaitan dengan kemah suci dan Bait Suci pertama tentulah menuntut adanya musik kudus.
Agama pada zaman Amos ( Amos 5:21-23) dan Yesaya (Yesaya 30:29), masa pembuangan (Mazmur 137), pada kurun waktu setelah Israel kembali dari pembuangan, dan pembangunan Bait Suci yang kedua, tentu juga menuntut nyanyian - nyanyian khidmat.
Bersamaan dengan merosotnya teori Graf-Wellhausen mengenai sejarah Perjanjian Lama, dan kini makin diakui bahwa Kitab Mazmur berisi komposisi - komposisi yang amat kuno.
Pengutamaan raja dalam Mazmur meyakinkan orang bahwa banyak mazmur ditulis pada zaman kerajaan, mulai dari zaman Daud hingga masa awal pembuangan.
Kitab Mazmur yang kini kita kenal terdiri dari 5 kitab.
Pembagian ini bermula pada LXX atau Septuaginta, tiap bagian mudah dikenal, karena satu pujian menutup tiap bagian.
Pujian itu singkat, kecuali pujian penutup kitab kelima, di situ satu mazmur selengkapnya dipakai sebagai pujian penutup.
Kelima bagian Kitab Mazmur itu adalah :
Kitab pertama Mazmur 1-41,
Kitab kedua Mazmur 42-72,
Kitab ketiga Mazmur 73-89,
Kitab keempat Mazmur 90-106,
Kitab kelima Mazmur 107-150.
LXX atau Septuaginta adalah terjemahan tertua dan terlengkap Alkitab Ibrani yang ada dalam Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani Koine yang dikerjakan dan diselesaikan di Aleksandria, Mesir sekitar abad ke - 3.
Kitab pertama sebagian besar terdiri dari mazmur yang dihubungkan dengan Daud.
Sementara itu, kitab Mazmur 42-83 mencakup komposisi - komposisi yang sebagian besar berasal dari tiga penulis, yakni bani Korah, Daud, dan Asaf.
Lalu, Mazmur 90-150 berisi mazmur yang hampir semuanya anonim. Mungkin banyak di antaranya dimaksudkan untuk dipakai di Bait Suci. Ada juga sekumpulan mazmur singkat (Mazmur 120 - 134) yang sering disebut Nyanyian Ziarah.
Kumpulan mazmur ini hampir dapat dipastikan adalah mazmur - maznur asli yang berdiri sendiri - sendiri, dan mungkin pengumpulan itu memberi kunci bagi pengertian akan tingkatan - tingkatan menuju kepada pembentukan Kitab Mazmur seperti yang diwariskan kepada kita.
Berdasarkan anjuran Gray yang dikemukakan dalam bukunya Critical Introduction to the Old Testament, tahun 1913, dan ahli - ahli lain, dapat diandaikan bahwa mazmur - mazmur yang dihubungkan dengan Daud adalah kesatuan yang pertama.
Namun barangkali ke-72 mazmur tulisan Daud itu semula terdiri dari dua pengumpulan, seperti dalam keadaannya kini terbagi dalam dua kelompok inti, yakni 3-41 dan 51-72.
Diduga bahwa dua himpunan berikutnya adalah dua kelompok mazmur yang dihubungkan dengan Asaf(Mazmur 50,Mazmur 73-83) dan bani Korah (Mazmur 42 - Mazmur 49).
Dua kumpulan lainnya telah diterima sebagai dalil, yang pertama terdiri dari kelompok kedua dari mazmur Daud, Korah dan Asaf ( Mazmur 42-83), dan yang kedua berisi Mazmur 84-89.
Kedua kumpulan ini mempunyai satu kesamaan, memakai kata Ibrani Elohim bagi Allah. "Nyanyian-nyanyian Ziarah" barangkali membentuk inti kumpulan yang berisi 150 mazmur. Pada akhirnya mazmur yang 150 itu seperti pendapat Robertson Smith, telah dikelompokkan menjadi tiga himpunan:Mazmur 1-41, Mazmur 42-89, Mazmur 90-15.
Kemudian disusun kembali sesuai pembagiannya terkini, yakni 5 bagian mengikuti pola pembagian Taurat.
III. JUDUL - JUDUL PERIKOP KITAB MAZMUR
Judul dalam Kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah tehillim, "Nyanyian - nyanyian Pujian”, atau 'Puji-pujian..
Judul kitab itu dalam bahasa Inggris Psalter berasal dari LXX A Psalterion, sedang Judul The Psalms berasal dari LXX B Psalmoi atau dari Vulgata Liber Psalmorum.
Sebagai tambahan kepada judul yang diberikan kepada kitab itu, kebanyakan mazmur perseorangan mempunyai judul tersendiri.
Hal ini cenderung memimbulkan masalah bagi pembaca yang tidak tahu bahasa Ibrani, maka catatan - catatan berikut mungkin berfaedah.
Mengikuti Mowinckel, Professor E.A Leslie dalam Pembimbingannya seputar kitab Mazmur, The Abingdon Bible Commenztary, 1929, halaman 509 dan halaman berikutnya, membagi judul - judul Mazmur dalam empat golongan.
1. Judul - judul berupa acuan teknis bagi mazmur - mazmur, mizmor, nyanyian, biasanya disebut "Mazmur" .
Hal ini memberi kesan bahwa mazmur - mazmur ini dinyanyikan dengan dibarengi musik, syair, nyanyian, yakni nyanyian keagamaan yang dinyanyikan dalam kebaktian (misalnya Mazmur 46).
Syair hamma 'alot, nyanyian kenaikan, nyanyian musafir yang dinyanyikan oleh orang - orang yang berbakti saat mereka berpawai di belakang tabut TUHAN untuk merayakan suatu hari raya (Mazmur 120 - Mazmur 134).
Kata miktam, istilah teknis yang arti akarnya tidak diketahui, dalam terjemahan LXX menyarankan gagasan mengenai pemahatan pada loh - loh, tapi pengertian 'penebusan' terkesan karena semua mazmur miktam adalah ratapan (Mazmur 16, Mazmur 56, Mazmur 57, Mazmur 58, Mazmur 59, dan Mazmur 60).
Maskil, syair yang memberi pelajaran, yaitu suatu komposisi yang mengemukakan pengetahuan - pengetahuan Ilahi, yang mengandung nasihat agar manusia menjadi bijaksana, memiliki pengertian dan perilaku cerdas.
Mazmur - mazmur maskil ditulis oleh beberapa orang , antara lain :
- Daud ( Mazmur 32, Mazmur 52, Mazmur 53, Mazmur 54, Mazmur 55, dan Mazmur 142 )
- Anak - anak Korah ( Mazmur 42, Mazmur 44, dan Mazmur 45 )
- Asaf ( Mazmur 74 dan Mazmur 78 )
- Heman ( Mazmur 88 )
- Etan ( Mazmur 89 )
2.
Beberapa judul memperjelas
tujuan mazmur - mazmur itu: "toda" yang artinya 'ucapan - ucapan syukur', memberi kesan bahwa mazmur tersebut mengungkapkan pujian dalam liturgi di Bait Suci (misalnya Mazmur 100 ), le 'annot berasal dari satu akar kata yang berarti 'dideritakan”, dan mazmur yang diberi judul demikian adalah ungkapan penyesalan dari mereka yang merendahkan diri dengan berbagai perbuatan dosa.
Kata hazkir dalam terjemahan asli dalam beberapa pasal dalam kitab Mazmur memiliki arti 'memperingati”.
Hazkir merupakan mazmur ibadat perseorangan karena dosa - dosanya, atau mazmur ibadat di mana imam mengingat dosa - dosa orang yang beribadat (Mazmur 38 dan Mazmur 70).
Yedutun, harus dihubungkan dengan gagasan tentang pengakuan dosa seperti yang tertulis dalam mazmur - mazmur yedutun ( Mazmur 39, Mazmur 62, dan Mazmur 77) tentulah ungkapan - ungkapan pengakuan dan penyesalan.
Kata lammed yang artinya ' mengajar', menunjukkan bahwa mazmur seperti ini memberikan ajaran agama ( Mazmur 60 ).
Mazmur 1 : Jalan orang dan jalan orang fasik
Mazmur 2 : Raja yang diurapi TUHAN
Mazmur 3 : Nyanyian pagi dalam menghadapi musuh
Mazmur 4 : Doa pada malam hari
Mazmur 5 : Doa pada pagi hari
Mazmur 7 : Allah, Hakim Yang Adil
Mazmur 8 : Manusia hina sebagai makhluk mulia
Mazmur 9 : Allah, Pelindung orang - orang saleh
Mazmur 10 : tanpa judul perikop
Mazmur 11 : TUHAN, Tempat Perlindungan
Mazmur 12 : Doa minta tolong terhadap orang yang curang
Mazmur 13 : Doa kepercayaan
Mazmur 14 : Kebebalan manusia
Mazmur 15 : Siapa yang boleh datang kepada TUHAN
Mazmur 16 : Bahagia orang saleh
Mazmur 17 : Diburu dengan tak bersalah
Mazmur 18 : Nyanyian syukur Daud
Mazmur 19 : Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan TanganNya dan dalam TauratNya
Mazmur 20 : Doa mohon kemenangan bagi raja
Mazmur 21 : Nyanyian syukur karena kemenangan raja
Mazmur 22 : Allahku, mengapa Kau tinggalkan aku?
Mazmur 24 : Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
Mazmur 25 : Doa mohon ampun dan perlindungan
Mazmur 26 : Doa mohon dibenarkan oleh TUHAN
Mazmur 27 : Aman dalam perlindungan Allah
Mazmur 28 : TUHAN, Perisaiku
Mazmur 29 : Kebesaran Allah dalam badai
Mazmur 30 : Nyanyian syukur karena selamat dari bahaya
Mazmur 31 : Aman dalam Tangan TUHAN
Mazmur 32 : Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya
Mazmur 33 : Puji - pujian kepada Allah Israel
Mazmur 34 : Dalamnya perlindungan TUHAN
Mazmur 35 : Doa minta tolong terhadap musuh
Mazmur 36 : kefasikan orang berdosa dan kasih setia Allah
Mazmur 37 : Kebahagiaan orang. fasik semu
Mazmur 38 : Doa pada waktu sakit
Mazmur 39 :Doa minta tolong
Mazmur 40 : Syukur dan doa
Mazmur 41 : Doa minta penyembuhan
Mazmur 42 : Kerinduan kepada Allah
Mazmur 43 : Tanpa judul Perikop
Mazmur 44 : Jeritan bangsa yang tertindas
Mazmur 45 : Nyanyian pada waktu pernikahan raja
Mazmur 46 : Allah, Kota Benteng kita
Mazmur 47 : Allah, Raja seluruh bumi
Mazmur 48 : Sion, kota Allah
Mazmur 49 : Kebahagiaan yang sia - sia
Mazmur 50 : Ibadah yang sejati
Mazmur 51 : Pengakuan dosa
Mazmur 52 : Hukuman terhadap orang fasik
Mazmur 53 : Kebobrokan manusia
Mazmur 54 : Doa dalam menghadapi musuh
Mazmur 55 : Doa minta tolong terhadap musuh
Mazmur 56 : Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
Mazmur 57 : Diburu musuh tetapi ditolong Allah
Mazmur 58 : Terhadap pembesar yang lalim
Mazmur 59 : Minta pertolongan melawan musuh
Mazmur 60 : Doa memohon kemenangan
Mazmur 61 : Doa untuk raja
Mazmur 62 : Perasaan tenang dekat Allah
Mazmur 63 : Kerinduan kepada Allah
Mazmur 64 : Hukum Allah kepada orang fasik
Mazmur 65 : Nyanyian syukur karena berkat Allah
Mazmur 66 : Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong
Mazmur 67 : Nyanyian syukur karena segala berkat Allah
Mazmur 68 : Perarakan kemenangan Allah
Mazmur 69 : Doa dalam kesesakan
Mazmur 70 : Doa minta pertolongan
Mazmur 71 : Doa minta perlindungan di masa tua
Mazmur 72 : Doa harapan untuk raja
Mazmur 73 : Pergumulan dan pengharapan
Mazmur 74 : Nyanyian ratapan karenaBait Suci yang rusak
Mazmur 75 : Allah, Hakim Yang Adil
Mazmur 76 : Allah, Hakim Segala Bangsa
Mazmur 77 : Perbuatan Allah di masa lampau
Mazmur 78 : Pelajaran dari sejarah
Mazmur 79 : Doa umat yang terancam
Mazmur 80 : Doa untuk keselamatan Israel
Mazmur 81 : Nyanyian pada waktu pembaruan perjanjian
Mazmur 82 : Allah dalam sidang Ilahi
Mazmur 83 : Doa mohon pertolongan melawan musuh
Mazmur 84 : Rindu kepada kediaman Allah
Mazmur 85 : Doa mohon Israel dipulihkan
Mazmur 86 : Doa minta pertolongan
Mazmur 87 : Sion, kota Allah
Mazmur 88 : Doa pada waktu sakit payah
Mazmur 89 : Kesetiaan TUHAN kepada Daud
Mazmur 90 : Allah, Tempat Perlindungan Yang Kekal
Mazmur 91 : Dalam lindungan Allah
Mazmur 92 : TUHAN, Hakim Yang Adil
Mazmur 93 : TUHAN, Raja Yang Kekal
Mazmur 94 : Allah, Pembela Keadilan
Mazmur 95 : Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia
Mazmur 96 : Allah, TUHAN dan Hakim Seluruh Dunia
Mazmur 97 : TUHAN adalah Raja
Mazmur 98 : Saat penyelamatan sudah dekat
Mazmur 99 : TUHAN, Raja Yang Kudus
Mazmur 100 : Pujilah Allah dalam baitNya
Mazmur 101 : Seorang raja bernazar
Mazmur 102 : Doa minta tolong dan doa untuk Sion
Mazmur 103 : Pujilah TUHAN, hai jiwaku
Mazmur 104 : Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaanNya
Mazmur 105 : Puji - pujian atas segala perbuatan Allah di masa lampau
Mazmur 106 : Kasih setia Allah dan ketegaran hati Israel
Mazmur 107 : Nyanyian syukur dari orang - orang yang ditebus TUHAN
Mazmur 108 : Syukur dan doa
Mazmur 109 : Doa seorang yang kena fitnah
Mazmur 110 : Penobatan raja imam
Mazmur 111 : Kebajikan Allah
Mazmur 112 : Bahagia orang benar
Mazmur 113 : TUHAN meninggikan orang rendah
Mazmur 115 : Kemuliaan hanya bagi Allah
Mazmur 116 : Terluput dari belenggu maut
Mazmur 117 : Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Mazmur 118 : Nyanyian Puji - pujian
Mazmur 119 : Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat TUHAN
Mazmur 120 : Dikejar - kejar fitnah
Mazmur 121 : TUHAN, Penjaga Israel
Mazmur 122 : Doa sejahtera untuk Yerusalem
Mazmur 123 : Berharap kepada anugerah TUHAN
Mazmur 124 : Terpujilah Penolong Israel
Mazmur 125 : Aman dalam lindungan TUHAN
Mazmur 126 : Pengharapan di tengah - tengah penderitaan
Mazmur 127 : Berkat TUHAN pangkal selamat
Mazmur 128 : Berkat atas rumah tangga
Mazmur 129 : Terluput dari kesesakan
Mazmur 130 : Seruan dari dalam kesusahan
Mazmur 131 : Menyerah kepada TUHAN
Mazmur 132 : Daud dan Sion, pilihan TUHAN
Mazmur 133 : Persaudaraan yang rukun
Mazmur 134 : Puji - pujian pada malam hari
Mazmur 135 : Hanya TUHAN yang patut dipuji
Mazmur 136 : Kasih Setia Allah kepada orang Israel
Mazmur 137 : Di tepi sungai - sungai Babel
Mazmur 138 : Nyanyian syukur atas pertolongan TUHAN
Mazmur 139 : Doa di hadapan Allah Yang Maha Tahu
Mazmur 140 : Doa minta perlindungan terhadap orang - orang jahat
Mazmur 141 : Doa dalam pencobaan
Mazmur 142 : Doa seorang yang dikejar - kejar
Mazmur 143 : Doa minta pertolongan dan pengajaran
Mazmur 144 : Nyanyian syukur raja
Mazmur 145 : Puji - pujian karena kemurahan TUHAN
Mazmur 146 : Hanya Allah Satu - Satunya Penolong
Mazmur 147 : Kekuasaan dan kemurahan TUHAN
Mazmur 148 : Langit dan bumi, Pujilah TUHAN bumi
Mazmur 149 : Nyanyian kemenangan bagi orang Israel
Mazmur 150 : Haleluya
IV. PUISI KITAB MAZMUR
Pemahaman akan prinsip dan pola susunan puisi Ibrani adalah sesuatu yang hakiki bagi pengertian yang tepat akan mazmur dan tafsirnya.
Pemahaman ini juga diperlukan untuk mengetahui apa yang dimaksud oleh orang Ibrani dengan puisi.
Dalam puisi Ibrani rima tidak memiliki peranan penting, dan adalah lebih tepat bicara tentang irama ketimbang matra atau ukuran.
Ada tekanan irama dalam tiap kalimat dan keseimbangan irama pada kalimat-kalimat.
Tapi tak ada sistem matra yang tergantung pada jumlah atau bilangan suku - suku kata atau tekanan dalam tiap baris.
Usaha untuk menemukan sistem matra dalam syair Mazmur tidak akan berhasil.
Puisi Ibrani tergantung kepada keseimbangan irama dari kalimat - kalimat, tidak kepada sajak dan matra (dalam arti kata itu yang klasik), sehingga dapat dikatakan kehilangan sedikit sekali sifatnya bila diterjemahkan.
Robert Lowth (1710-1787), Guru Besar puisi di Oxford, Inggris adalah orang pertama yang menaruh perhatian pada asas - asas asasi puisi Ibrani. Dalam uraian De Sacra Poesi FHebraeorum, Praelectiones Academicae Oxonii habitae (1753), Lowth menunjukkan bahwa ciri khas syair Ibrani ialah kesejajaran..
Ini artinya persesuaian satu baris syair dengan baris lainnya, atau pengulangan gagasan yang sama dalam kata - kata yang berbeda.
Dalam menerjemahkan syair Ibrani, terjemahan itu ditulis berbaris - baris, bukan sebagai prosa.
Cara ini akan mencakapkan pembaca yang tidak mengerti bahasa Ibrani untuk mengenal baris yang membentuk suatu bait, dan untuk menyadari kesejajaran antara baris - baris itu (biasanya berjuimah dua), dengan perkataan lain, menjadi tahu bagaimana baris kedua dari ayat itu mengulangi gagasan dari baris pertama, tapi dengan kata - kata yang berbeda.
Perlu sekali mengenal hukum kesejajaran dalam puisi Ibrani, karena hal itu sangat berguna bagi penafsirannya.
Sering hal itu dapat dipakai oleh penafsir jika ia harus mengambil keputusan mengenai soal penting, seperti susunan atau hubungan kata - kata. Penjelasan arti suatu ayat terkadang menentukan pilihan antara bermacam - macam bacaan yang mungkin.
Rumus atau hukum kesejajaran dalam puisi orang Ibrani dibagi menjadi empat (4) kelompok, antara lain :
1. Kesejajaran sinonim.
Jenis ini dapat ditemukan pada setiap ayat Mazmur 114, meskipun sebenarnya ini adalah hal yang biasa di setiap pasal kitab Mazmur.
Kesejajaran ini bisa dikatakan sebagai persamaan kata atau kalimat, karena pernyataan di baris pertama dari ayat tersebut sebenarnya diulangi pada baris kedua meskipun dengan kata - kata yang berbeda.
2. Kesejajaran antitesis atau kesejajaran yang berlawanan.
Dalam jenis ini pernyataan pada baris pertama ayat Mazmur dikuatkan, bukan dengan mengulangi ayat tadi pada baris kedua, melainkan dengan menggunakan kata yang berlawanan seperti yang ada pada kitab Mazmur 1 ayat 6, kitab Mazmur 30 ayat 6, dan kitab Mazmur 37 ayat 21.
3. Kesejajaran konstruktif dan sintesis.
Kesejajaran sintesis dan konstruktif menggambarkan ayat Mazmur yang mengandung dua baris ayat namun tidak mengatakan hal yang sama.
Pernyataan dalam baris pertama berfungsi sebagai dasar untuk berdirinya baris kedua, hubungan baris pertama dan kedua lebih menekankan sebab dan akibat.
Beberapa pasal kitab Mazmur yang bersifat konstruktif dan sintesis antara lain dalam Mazmur 1:1-3, kitab Mazmur 2:6, Mazmur 19:8-11, Mazmur 22:5 dan Mazmur 119:121
4. Kesejajaran yang memuncak atau menanjak.
Kesejajaran memuncak ditandai dengan baris pertama ayat yang tidak lengkap, tapi baris kedua mengambil beberapa kata daripadanya dan melengkapinya.
Sebagai contohnya bisa dilihat dalam Mazmur 29 ayat 11, Mazmur 121 ayat 1 sampai ayat 4 dan surat Mazmur 22 ayat 5.
Dengan demikian timbul pertanyaan, apakah semua mazmur itu dibagi dalam bait? Tentu saja ini tidak dapat dijawab dengan pasti dan tuntas.
Bahwa dalam beberapa mazmur terdapat susunan bait adalah jelas sekali.
Cukup pasti bahwa pengulangan yang terdapat dalam Mazmur 41: 42, Mazmur 46, Mazmur 57, Mazmur 80, Mazmur 99 dan Mazmur 107 menunjuk pada adanya susunan bait.
Juga mungkin bahwa tanda musik sela berfungsi untuk membagi sebuah mazmur dalam bait demi bait, seperti Mazmur 3 dan Mazmur 4. Mazmur - mazmur lainnya terbagi dengan sendirinya dalam bait - bait, misalnya arti umum Mazmur 2 dengan sendirinya terarah kepada pembagian empat ganda: ayat 1-3, ayat 4-6, ayat 7-9, dan ayat 10-12.
Demikian juga Mazmur 92 yakni ayat 2-4, ayat 5-9, ayat 10-12, dan ayat 13-16.
Kadang - kadang susunan menurut abjad dipakai untuk membagi sebuah mazmur dalam bait demi bait.
Contoh yang paling terkenal dan ayat Alkitab paling banyak yang tertulis dalam kitab Mazmur 119 dalam bahasa aslinya.
Kemungkinan tidak semua puisi asli Ibrani terbagi dalam bait - bait, dan usaha pihak Duhm, Briggs dan lain - lainnya untuk memaksakan banyak mazmur berbentuk bait dengan perbaikan, tidak berhasil dan tidak patut.
Ciri lain dari puisi Ibrani yang perlu diperhatikan adalah pemakaian akrostik atau penyusunan semua huruf awal dari tiap baris mengikuti pola abjad.
Ada 9 mazmur dalam Kitab Mazmur yang huruf pertamanya disusun mengikuti abjad, misalnya pada Mazmur 111 dan Mazmur 112 (dalam bahasa aslinya), masing - masing baris mulai dengan satu huruf Ibrani yang berbeda.
Namun dalam kitab Mazmur 111 disusun dalam 8 pasang baris ayat atau bait dan baris - baris Mazmur 112 disusun dalam dua bait terdiri dari tiga kelompok.
Dalam Mazmur 25, Mazmur 34 dan Mazmur 145 tiap huruf abjad mengawali sebuah bait.
Dalam Mazmur 119 dimana ayat demi ayatnya disusun dalam bait - bait yang masing - masing terdiri dari 8 ayat, huruf yang sama mengawali setiap ayat.
Mazmur 9 ayat 10 dan Mazmur 37 juga disusun menurut abjad.
Isi mazmur - mazmur ini menunjukkan bahwa akrostik itu tidak membelenggu pengilhaman penyair, sama seperti matra atau irama yang telah menjadi ciri umum dari syair ala dunia barat yang tidak mengekang gaya penyair - penyairnya.
V. PENAFSIRAN KITAB MAZMUR
Masalah penafsiran kitab Mazmur sangat bergantung pada pengelompokan.
Meskipun tidak ada kesepakatan yang tetap dari berbagai peneliti, para pengamat teologi dan lembaga - lembaga Alkitab dunia termasuk Lembaga Alkitab Indonesia.
Tentu saja akan terjadi banyak perbedaan pendapat dari pihak - pihak tersebut bila mengelompokkan kitab Mazmur.
Dalam pembelajaran Alkitab apabila pemakaian surat Mazmur di setiap ibadah diperlukan maka berikut ini bisa digunakan untuk mengelompokkan surat atau kitab Mazmur.
Urutan pengelompokan kitab Mazmur tersebut antara lain :
1. Kidung Puji - pujian
2. Doa Ucapan Syukur
3. Doa Permohonan
4. Doa Ratapan
5. Mazmur Rohani
6. Hikmat
Para pakar teologi mengelompokkan kitab Mazmur menurut subjeknya, antara lain :
1. Mazmur Kidung Penyembahan
2. Mazmur Kerajaan Allah
3. Mazmur Rajani
4. Mazmur Perenungan
5. Mazmur Kebaktian dan Ucapan Syukur
6. Mazmur Sejarah Bangsa Israel
7. Mazmur Akan Bahaya Kutukan
8. Mazmur Penyesalan
9. Mazmur Permohonan.
Jika kitab Mazmur mazmur dikelompokkan berdasarkan psikoreligius (hubungan kejiwaan dengan keyakinan dan praktek keagamaan) maka mazmur - mazmur itu akan dikelompokkan menurut perasaan seperti kebencian, penyesalan, kesalahan, patriotisme, keajaiban, kepercayaan kepada Allah, dan kepercayaan atas diri sendiri.
Namun ada juga para ahli teologi mengelompokkan kitab Mazmur dengan urutan sebagai berikut :
1. Mazmur - mazmur doa dengan permohonan supaya Allah memberi berkat dan perlindunga.
Contoh : Mazmur 86 dan mazmur 102).
2. Mazmur - mazmur pujian, dengan ucapan syukur yang disampaikan karena kemurahan - kemurahan khusus, atau suatu pujian karena kemuliaan Allah dalam alam semesta, atau pujian dalam kebaktian dan penyembahan.
Contoh : Mazmur 47, Mazmur 68, Mazmur 104, Mazmur 145, Mazmur 146, Mazmur 147, Mazmur 148, Mazmur 149, dan Mazmur 150.
3. Mazmur - mazmur dengan memohon campur tangan Ilahi dan penyelamatan dari TUHAN pada waktu sakit, bencana, dan bahaya.
Contoh : Mazmur 38 dan Mazmur 88.
4. Mazmur - mazmur pengakuan iman bahwa Allah adalah TUHAN , Khalik, Raja segala bangsa, Hakim dan Pemerintah atas alam semesta.
Contoh : Mazmur 33, Mazmur 94, Mazmur 97, Mazmur 136 dan Mazmur 145.
5, Mazmur penyesalan karena dosa.
Contoh : Mazmur 6, Mazmur 32, Mazmur 38, Mazmur 51, Mazmur 102, Mazmur 130 dan Mazmur 143.
Tapi hanya dalam Mazmur 51 yang lebih bersifat pengakuan dosa, sebenarnya dua di antaranya (Mazmur 6 dan Mazmur 102) sama sekali tidak menunjuk kepada dosa, karena gagasan pokoknya ialah pengampunan, bukan pengakuan.
6. Mazmur - mazmur syafaat, di dalamnya para pemazmur mendoakan raja, bangsa sendiri, bangsa - bangsa lain, keluarga Daud, dan Yerusalem.
Contoh : Mazmur 21, Mazmur 67, Mazmur 89, dan Mazmur 122.
7. Mazmur - mazmur kutukan, dibicarakan selanjutnya tapi perlu untuk diketahui, bahwa sebenarnya kutukan - kutukan itu adalah jawaban para pemazmur terhadap kutukan musuh - musuh Israel.
Contoh : Mazmur 35, Mazmur 59 dan Mazmur 109.