Cara Bersabar Dalam Kristen


https://www.kristenpunya.com


Jika TUHAN Allah adalah Bapa kita, maka secara otomatis karakter dan pribadi, serta sifat Allah akan menjadi bagian kita juga. Karena kita adalah anakNya, TUHAN Allah memiliki sifat murah dan panjang sabar, maka sebagai anak-anakNya, kita seharusnya memiliki sifat yang sama juga, yaitu panjang sabar. Alkitab mengatakan, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:36). 

Sifat Allah yang paling mudah kita semua mengerti adalah panjang sabar dan penuh kemurahan. Allah tidak pernah kehilangan kesabaran terhadap anak - anakNya. Allah sabar terhadap Adam dan Hawa nenek moyang manusia walaupun mereka telah memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat dan melanggar perintahNya. Allah masih mencari mereka. Dituliskan, "Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu harii sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: Di manakah engkau?"(Kejadian 3:8-9). 

Allah sabar terhadap Kain yang membunuh Habel adiknya. Perbuatan Kain sebenarnya adalah sesuatu yang tidak dapat dimaafkan. Tetapi TUHAN tetap sabar dan mengasihinya, dengan memberi tanda kepada Kain supaya ia jangan dibunuh orang, karena itulah yang ditakuti oleh Kain. “Firman Tuhan kepadanya: Sekali-kali tidak! Barang siapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat. Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barang siapapun yang bertemu dengan dia." ( Kejadian 4:15 ). 

Allah sabar terhadap Nuh dan orang-orang pada zamannya dengan menunda datangnya air bah, supaya semua mereka mendapat kesempatan untuk bertobat. Walaupun Nuh telah berkhotbah dengan topik yang sama hampir selama 120 tahun, namun tanpa ada hasil. Akhirnya Allah memusnahkan manusia dengan air bah dan membiarkan hidup suatu keluarga, yaitu Nuh, istrinya, ketiga anaknya dan ketiga orang menantunya, 

Alkitab Perjanjian Lama penuh dengan kisah perihal kesabaran Allah terhadap umatNya Israel. Berkali-kali, umatNya yang selalu dilindungi oleh kasih dan anugerah TUHAN ini, bersungut-sungut kepadaNya dengan tidak mentaati perintahNya, menyembah Allah lain bahkan melanggar perjanjian TUHAN Allah dengan mereka. 

TUHAN Allah telah berkali - kali menyatakan bahwa mereka adalah umat yang tegar tengkuk, namun karena kasihNya TUHAN Allah tidak memusnahkan mereka. TUHAN Allah menghukum mereka, tetapi dengan penuh kasih, TUHAN Allah terus mengasihi mereka dan mewujudkan rencanaNya untuk mengutus anakNya yang tunggal Yesus Kristus, demi memberikan mereka penebusan dosa dan hubungan yang baik dengan diriNya. 

Bukan saja Allah Bapa adalah Allah yang panjang sabar, Yesus Kristus adalah Juruselamat yang panjang sabar. Salah satu ciri dari TUHAN Yesus semasa hidup di dunia ini, adalah sikapnya yang penuh kesabaran terhadap setiap orang atas setiap masalah yang Ia hadapi. Murid-muridNya yang kadangkala tidak memahamiNya bahkan menghambat rencanaNya. Tetapi  TUHAN Yesus tetap sabar terhadap mereka. Simon Petrus, sang murid yang menyangkalNya sampai tiga kali, TUHAN Yesus tetap mengasihiNya. Kepada Simon TUHAN Yesus berkata, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” ( Yohanes 21:15 ). 

Thomas yang meragukan kebangkitanNya, Ia tetap mencarinya dengan sabar. Saat menjumpai Thomas la berkata : “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” ( Yohanes 20:27 ). Yudas yang mengkhianatiNya dengan uang imbalan tiga puluh keping perak, sehingga Sang Juruselamat dapat ditangkap dan disalibkan, tidak membuatNya marah dan mengancam. Dengan sabar Ia menyapa Yudas: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” ( Matius 26:50 ). 

Orang banyak menolakNya dan berteriak : “Lepaskan Barabas dan salibkan Dia," tetapi dengan sabar dan penuh kasih, Ia menangisi kota mereka: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi - nabi dan melempari dengan batu orang - orang yang diutus kepadamu! Berkali - kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau." ( Matius 23:37 ).

Suatu saat dalam perjalananNya TUHAN Yesus hendak ke Yerusalem, namun jalan yang dilalui harus melewati daerah Samaria. Di Samaria penduduk disana tidak mau menerima Dia. Ketika dua muridNya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal tersebut, mereka berkata: “TUHAN, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka." ( Lukas 9:54-55 ). Kasih dan panjang sabarNya begitu luar biasa. 

Saat Yesus dipaku di kayu salib, Ia berdoa bagi orang-orang yang terlibat dalam penyalibanNya : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” ( Lukas 23:34 ). 

Jika Kita adalah Pengikut Kristus, kita harus meminta bantuan Roh Kudus untuk mencurahkan kasih Allah, sehingga kita dapat dimampukan untuk tetap sabar dalam segala penderitaan dan siap dalam menghadapi masalah yang membuat hidup seolah - olah tidak pernah lepas dari penderitaan. Seperti yang diungkapkan Rasul Paulus: “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” ( Roma 5:5 ). 


PUJI TUHAN. 

Belum ada Komentar untuk "Cara Bersabar Dalam Kristen "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel